Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

KNPI Kirim Pesan Cinta ke Prabowo: 2026 Ujian Kematangan Ekonomi Indonesia

 

Repelita Jakarta - Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia menyampaikan catatan khusus kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai arah kebijakan ekonomi nasional pada tahun 2026 yang dianggap sebagai masa uji kematangan pembangunan.

Tahun tersebut dipandang sebagai titik krusial di mana Indonesia berada pada persimpangan antara model pertumbuhan berbasis sumber daya alam dengan transisi menuju ekonomi yang bertumpu pada inovasi dan peningkatan produktivitas.

"Tekanan global seperti transisi energi, kebijakan CBAM (Carbon Border Adjustment Mechanism) serta fragmentasi rantai pasok dunia menuntut respons kebijakan yang lebih adaptif dan terintegrasi," bunyi pernyataan resmi refleksi akhir tahun 2025 dan proyeksi awal 2026 yang dikeluarkan DPP KNPI pada Kamis 1 Januari 2026.

Di tingkat dalam negeri, organisasi pemuda ini menyoroti ketergantungan yang masih tinggi terhadap komoditas primer.

Selain itu terdapat kesenjangan akses transformasi digital antar daerah serta potensi ketimpangan dalam pemanfaatan infrastruktur yang telah dibangun.

KNPI memperkirakan tingkat inflasi nasional pada tahun 2026 masih dapat dikendalikan dalam rentang 3 persen plus minus 1 persen.

Stabilitas makroekonomi akan sangat bergantung pada sinkronisasi antara kebijakan fiskal dan moneter.

Sebagai rekomendasi strategis, KNPI mengusulkan pembentukan Dewan Transformasi Ekonomi nasional.

Selain itu percepatan pengesahan rancangan undang-undang ekonomi hijau serta penyusunan skenario antisipasi krisis menghadapi guncangan global.

Untuk agenda prioritas tahun 2026, organisasi ini mendorong pendirian Indonesia Productivity Fund dengan alokasi dana Rp20 triliun.

Dana tersebut ditujukan untuk mendukung penguatan adopsi teknologi pada usaha mikro kecil menengah serta perusahaan rintisan domestik.

KNPI juga menekankan perlunya kebijakan yang berorientasi data kuat, koordinasi antar kementerian yang lebih efektif, serta pendekatan pembangunan yang disesuaikan dengan potensi unggulan masing-masing wilayah.

"Keberhasilan Indonesia di 2026 tidak ditentukan faktor eksternal semata, melainkan oleh keberanian melakukan reformasi internal yang konsisten dan terukur," demikian isi pernyataan yang ditandatangani Ketua Umum DPP KNPI Tantan Taufik Lubis serta Sekretaris Jenderal Ahmad Fauzan.

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved