
Repelita Jakarta - Ketua Umum Jokowi Mania Andi Azwan menyatakan keyakinannya bahwa Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo akan memberikan maaf kepada semua pihak yang terlibat dalam tudingan ijazah palsu tanpa terkecuali.
Menurut Andi Azwan, sikap Jokowi sebagai seorang negarawan dan mantan pemimpin negara membuatnya cenderung memaafkan siapa pun yang mengakui kesalahan atau meminta maaf secara tulus.
"Beliau ini (Jokowi) adalah seorang negarawan dan juga mantan pemimpin republik ini. Beliau pasti akan memaafkan semua yang bersalah maupun yang, katakanlah, merasa tidak bersalah seperti itu ya kalau meminta maaf kepada beliau," kata Andi Azwan dalam acara Interupsi di stasiun televisi iNews pada Kamis 1 Januari 2026.
Ia menepis anggapan bahwa ada tiga figur yaitu Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma yang tidak akan dimaafkan oleh Jokowi.
Andi Azwan yakin bahwa jika ketiga orang tersebut mengakui tuduhan mereka terhadap keaslian ijazah Jokowi, maka pintu pengampunan akan terbuka lebar.
"Kalau dikatakan bahwasanya itu ada tiga orang yang tidak dimaafkan, menurut saya tidak, pendapat saya tidak. Karena beliau itu juga mengatakan kita terima semua yang meminta maaf," tegasnya.
Meskipun demikian, Andi Azwan menegaskan bahwa sikap pemaaf Jokowi tidak akan menghentikan jalannya proses hukum yang sedang berlangsung.
Kasus tudingan ijazah palsu telah memasuki ranah penegakan hukum sehingga tetap harus diproses sesuai aturan yang berlaku.
"Tapi ada tapinya memang ini kan sudah masuk ke proses hukum ya, tetaplah hukum itu pasti berjalan seperti apa adanya, itu tidak bisa dipungkiri permasalahan itu. Tapi yang jelas, kalau kita bicara bahwasanya dipilih-pilih orang yang dimaafkan, itu tidak ada," jelas Andi Azwan.
Pernyataan ini mencerminkan pandangan bahwa aspek pribadi dan hukum dipisahkan secara tegas dalam penanganan kasus tersebut.
Editor: 91224 R-ID Elok

