Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

[HEBOH] Anak Madrasah Dihukum Tak Dapat MBG karena Ibu Kritik Program, SPPG Akui Sanksi atas Ucapan di Medsos

 Kepala Dapur SPPG Akui Hentikan MBG Usai Orang Tua Siswa Unggah Kritik -  LambeTurah Official Website

Repelita Lampung - Dua siswa madrasah yaitu Alfa dari Madrasah Ibtidaiyah dan adiknya Arsya dari Raudhatul Athfal Ma'arif tidak lagi menerima jatah Makan Bergizi Gratis sebagai imbas kritik ibu mereka terhadap pelaksanaan program tersebut.

Video kejadian tersebut diunggah oleh jurnalis Adi Sipriadi di akun Instagramnya @coachaddie.real yang menunjukkan seorang pria menanyai Alfa mengenai lama waktu tidak mendapatkan jatah makanan.

Alfa menjawab bahwa sudah tiga hari ia tidak menerima MBG dan menjadi satu-satunya siswa yang dikecualikan sementara teman-temannya semua mendapat bagian.

Adi Sipriadi menulis dalam keterangan unggahannya Bestie coba lihat ini Hati mana yang tidak tersayat Seorang ibu mengkritik kualitas makanan MBG—Program Makan Bergizi Gratis yang katanya untuk rakyat—tapi balasannya apa Anaknya dihukum tidak boleh makan selama tiga hari.

Ia menambahkan Bukan cuma lapar fisik tapi mentalnya dihancurkan karena seperti Dipaksa menonton teman-temannya yang sedang lahap menyantap Nasi.

Adi Sipriadi juga menyatakan Apalagi kejadian itu di Madrasah pula Apakah ini potret pendidikan kita hari ini Kritik dibungkam dengan intimidasi dan anak kecil jadi korbannya Apakah ini zaman kegelapan yang baru Ingat ketidakadilan yang dibiarkan terlalu lama adalah alarm bahaya bagi bangsa ini.

Ia melanjutkan Kritik itu vitamin buat perbaikan bukan racun yang harus dibalas dengan dendam Kalau urusan perut anak-anak saja sudah dipolitisasi dan dijadikan alat intimidasi lantas di mana letak kemanusiaan yang adil dan beradab.

Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi setempat membantah adanya hukuman dan menyatakan bahwa anak tersebut sebenarnya mendapat jatah setiap hari dengan bukti yang dimiliki.

Mereka mengklaim jatah tambahan diberikan dari siswa yang tidak hadir sehingga tidak ada kekurangan kuota secara keseluruhan.

SPPG mengakui adanya sanksi sementara karena kritik ibu siswa di media sosial yang dianggap sebagai fitnah atau ujaran kebencian yang merusak nama baik program.

Menurut mereka jika kritik berupa saran atau masukan maka akan diterima namun jika bersifat negatif dan merugikan maka perlu dilakukan pembelaan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved