Repelita Jakarta - Mangkirnya Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut dari panggilan Panitia Khusus DPR RI terkait kasus dugaan korupsi kuota haji kini terungkap melibatkan nama Presiden ke-7 Joko Widodo.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Jaringan Moderat Islam Islah Bahrawi saat menjadi narasumber dalam program siniar yang disiarkan melalui YouTube Akbar Faizal Uncensored.
Menurut Islah Bahrawi awalnya Yaqut Cholil Qoumas berniat memenuhi panggilan Pansus DPR RI untuk memberikan keterangan secara terbuka.
Sebelum menghadiri panggilan tersebut Yaqut berkoordinasi dengan Presiden Joko Widodo dan menyatakan akan menyampaikan semua pengalaman serta fakta secara jujur tanpa ditutup-tutupi.
Islah Bahrawi menirukan pernyataan Yaqut kepada Jokowi bahwa ia akan bercerita apa adanya di hadapan Pansus DPR mengenai segala hal yang dialaminya.
Pada saat yang bersamaan terdapat agenda konferensi perdamaian di Prancis yang semula akan diwakili oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto atas penugasan Presiden Joko Widodo.
Setelah Yaqut menyampaikan niatnya kepada Jokowi maka Presiden menerbitkan surat reposisi yang menggantikan Prabowo dengan Yaqut Cholil Qoumas sebagai perwakilan Presiden di acara tersebut.
Islah Bahrawi menegaskan bahwa pengalihan tugas itu dilakukan agar Yaqut tidak menghadiri panggilan Pansus DPR RI dan merupakan perintah langsung dari Presiden Joko Widodo.
Ia menambahkan bahwa Yaqut sendiri tidak mengetahui alasan pasti mengapa dirinya dipindahkan ke agenda di Prancis menggantikan Prabowo.
Islah Bahrawi menyatakan bahwa seharusnya Yaqut memilih memenuhi panggilan Pansus karena itu menjadi kesempatan emas untuk menjelaskan keputusan pembagian kuota haji secara 50:50.
Ia kembali menyampaikan penuturan Yaqut bahwa ada dua lawan yang dihadapi yaitu Pansus DPR dan Presiden sehingga akhirnya memilih mematuhi perintah Presiden untuk bertugas ke Prancis.
Editor: 91224 R-ID Elok

