Repelita Kuala Lumpur - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim memberikan respons keras terhadap tuduhan yang dilayangkan oleh pihak oposisi terkait dugaan penyerahan ribuan hektare lahan di wilayah perbatasan Sabah-Kalimantan kepada Indonesia.
Anwar dengan tegas membantah klaim tersebut dan menyatakan bahwa isu yang disebarkan sama sekali tidak berdasar fakta.
Ia menilai tindakan oposisi dalam menyebarkan narasi ini sebagai bentuk penyalahgunaan kebebasan berbicara serta upaya untuk menyesatkan masyarakat dengan informasi palsu.
Dalam pernyataannya, Anwar menegaskan bahwa tidak ada penyerahan lahan seperti yang dituduhkan oleh pihak oposisi.
Ia menyebut bahwa kelompok oposisi telah memutarbalikkan fakta dan bahkan mengeksploitasi sentimen keagamaan untuk menciptakan kegaduhan politik.
Anwar menolak permintaan untuk memberikan klarifikasi lebih lanjut di parlemen mengenai isu ini, dengan alasan bahwa tuduhan tersebut dibuat dengan itikad buruk dan tidak perlu ditanggapi secara resmi di forum legislatif.
Sebelumnya, Pemimpin Oposisi Hamzah Zainudin mengklaim bahwa pemerintah Malaysia telah menyerahkan sekitar 5.207 hektare tanah kepada Indonesia sebagai kompensasi untuk tiga desa di daerah Nunukan.
Klaim inilah yang memicu kemarahan Anwar dan penolakan kerasnya terhadap desakan untuk membahas isu tersebut di parlemen.
Anwar menekankan bahwa pemerintah tidak akan menghiraukan narasi-narasi yang sengaja diciptakan untuk menimbulkan kekacauan dan merusak hubungan bilateral dengan negara tetangga.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

