
Repelita Caracas - Militer Amerika Serikat melakukan serangan udara berskala besar terhadap sejumlah target di wilayah Venezuela, termasuk di ibu kota Caracas, pada Sabtu dini hari 3 Januari 2026.
Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan helikopter militer berbagai jenis, seperti CH-47 Chinook, Black Hawk, Apache, hingga kemungkinan Little Bird, terbang rendah di atas kota disertai ledakan-ledakan keras.
Akun X Random Warfare Worldwide, yang fokus membahas informasi militer dan perang, membagikan sejumlah video tersebut pada 3 Januari 2026.
Ini berarti Amerika Serikat menurunkan 160th Special Operations Aviation Regiment (Airborne) atau SOAR dan pasukan khusus mereka.
Serangan juga melanda pelabuhan di kota sekitar Caracas serta instalasi militer penting dan bandara strategis.
Militer Venezuela belum menunjukkan perlawanan signifikan terhadap operasi tersebut, meskipun eskalasi diperkirakan masih berpotensi berlanjut.
Belum ada laporan terjadinya invasi di daratan atau ground invasion untuk benar-benar menduduki Caracas, apa rencana Amerika Serikat yang sebenarnya? Kita tunggu update terbarunya.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa pasukan AS telah menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro beserta istrinya Cilia Flores dalam operasi tersebut.
The United States of America has successfully carried out a large scale strike against Venezuela and its leader, President Nicolas Maduro, who has been, along with his wife, captured and flown out of the Country. This operation was done in conjunction with U.S. Law Enforcement. Details to follow. There will be a News Conference today at 11 A.M., at Mar-a-Lago.
Pemerintah Venezuela belum mengonfirmasi klaim penangkapan itu.
Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez menyatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui keberadaan Maduro dan Cilia Flores serta menuntut bukti segera mengenai nasib keduanya.
Menurut sumber pejabat AS kepada CBS News, penangkapan dilakukan oleh unit elite Delta Force Angkatan Darat Amerika Serikat.
Pemerintah AS selama ini menuduh Nicolás Maduro memimpin jaringan perdagangan narkotika internasional, meskipun tuduhan tersebut selalu dibantah dan tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

