
Repelita Jakarta - Pakar hukum tata negara sekaligus akademisi Bivitri Susanti melontarkan sindiran tajam terkait maraknya teror dan ancaman yang menimpa para aktivis serta influencer akhir-akhir ini.
Melalui akun media sosial X miliknya @BivitriS pada 31 Desember 2025, Bivitri Susanti menyatakan bahwa hal tersebut menandakan otot kekuasaan sedang beroperasi secara maksimal sepanjang tahun ini.
Ia memprediksi bahwa di sepanjang tahun 2026, penggunaan otot kekuasaan tersebut akan semakin intensif sehingga situasi bakal semakin mencekam dan gelap.
Bivitri Susanti menjelaskan bahwa pola tersebut sudah sangat jelas terlihat dari berbagai kejadian yang terjadi.
Ketika otot penegakan hukum merasa terancam pada bulan Agustus 2025 lalu, aparat langsung menggunakan instrumen hukum untuk menangkap sejumlah aktivis.
"Otot kekuasaan bekerja maksimal setahun ini.Kebaca kan polanya?wkt otot penegakan hukum terserang agustus,hukum dipakai, aktivis2 ditangkapi. Waktu otot berperang yg terserang krn kritik bencana,bangkai binatang dan serangan2 lain datang. 2026 bakal menggelap,otot makin dipake," tulis Bivitri Susanti dalam cuitannya di x.com/BivitriS/status/2006225436058292468.
Kini, saat kritik terhadap penanganan bencana semakin kencang, giliran otot militer atau pertahanan yang bereaksi dengan mengirimkan teror berupa bangkai binatang serta bentuk serangan lainnya kepada para pengkritik.
Menurutnya, pola bergantian ini menunjukkan mekanisme kekuasaan yang sistematis dalam merespons kritik dari masyarakat.
Editor: 91224 R-ID Elok

