Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Soroti Pidato PM Kanada Mark Carney di Davos, Anies Baswedan Nilai Pesannya Sangat Relevan bagi Indonesia

Repelita [Jakarta] - Mantan Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan menyoroti pidato Perdana Menteri Kanada Mark Carney dalam World Economic Forum di Davos yang berlangsung 19 hingga 23 Januari 2026.

Anies Baswedan menyebutkan bahwa pidato tersebut mengungkapkan pengakuan terbuka mengenai kepura-puraan dalam tatanan dunia yang selama ini diklaim berbasis hukum dan keteraturan.

Perdana Menteri Kanada menyatakan bahwa negara-negara besar sering kali mengecualikan diri mereka sendiri dari aturan yang seharusnya berlaku secara universal.

Aturan perdagangan internasional diterapkan secara tidak seimbang, sementara penegakan hukum sangat bergantung pada siapa pelaku dan siapa korban dalam suatu persoalan.

Anies Baswedan menggarisbawahi pernyataan Carney bahwa mereka semua hidup dalam kebohongan yang secara kolektif dipelihara selama ini.

Beberapa waktu sebelumnya, Anies Baswedan telah menyampaikan pentingnya persatuan negara-negara di belahan selatan dunia agar tidak mudah didikte oleh kekuatan besar.

Menariknya, kekhawatiran serupa juga dirasakan oleh negara-negara menengah di belahan utara seperti Kanada.

Perdana Menteri Kanada menyimpulkan bahwa negara menengah akan selalu berada dalam posisi lemah jika bernegosiasi sendiri-sendiri dengan negara besar.

Situasi tersebut justru akan memicu persaingan tidak sehat di antara negara-negara menengah untuk mendapatkan perhatian kekuatan besar.

Dunia saat ini telah berubah menjadi multipolar dengan dinamika yang sangat kompleks dan cepat berubah.

Carney mengajak negara-negara menengah untuk membangun koalisi yang fleksibel dengan kemitraan berbeda untuk isu yang berbeda pula.

Anies Baswedan menegaskan bahwa pesan ini sangat relevan bagi Indonesia yang perlu menjalankan diplomasi proaktif.

Indonesia diharapkan dapat membangun jembatan penghubung antara berbagai kepentingan global daripada sekadar mengikuti arus yang ada.

Kanada berbicara dari perspektif negara menengah di Barat, sementara Indonesia memiliki legitimasi di kedua sisi dunia.

Indonesia dapat berperan sebagai penghubung antara negara-negara menengah Barat dengan negara-negara berkembang di belahan selatan.

Di tengah dunia yang semakin terfragmentasi, negara-negara menengah justru memiliki peluang untuk membentuk tatanan baru yang lebih adil.

Syarat utama untuk mewujudkan hal tersebut adalah keberanian untuk bergerak bersama dalam menghadapi kekuatan besar.

Perdana Menteri Kanada sebelumnya telah menyatakan bahwa sistem pemerintahan global yang dipimpin Amerika Serikat sedang mengalami keretakan.

Keretakan tersebut ditandai dengan persaingan antar kekuatan besar dan memudarnya tatanan internasional berbasis aturan.

Pidato Carney disampaikan tepat sehari sebelum Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan berbicara dalam forum yang sama.

Sejak memasuki dunia politik Kanada, Carney konsisten memperingatkan bahwa dunia tidak akan kembali ke era sebelum kepemimpinan Trump.

Dunia saat ini berada dalam situasi keretakan, bukan transisi menuju tatanan baru yang lebih stabil.

Kanada selama ini diuntungkan oleh tatanan internasional lama yang berbasis aturan dan hegemoni Amerika Serikat.

Namun realitas baru telah muncul dengan sistem persaingan kekuatan besar yang semakin intensif.

Negara-negara kuat menggunakan integrasi ekonomi sebagai alat pemaksa untuk mencapai kepentingan nasional mereka.

Negara menengah tidak boleh berharap bahwa kepatuhan buta akan membeli keamanan dalam tatanan global yang baru.

Negara-negara seperti Kanada harus beradaptasi dengan realitas baru ini, baik dengan membangun pertahanan lebih kuat maupun strategi lebih ambisius.

Kekuatan menengah harus bertindak bersama karena jika tidak, mereka akan menjadi pihak yang dirugikan dalam persaingan global.

Negara besar memiliki keunggulan pasar, kapasitas militer, dan pengaruh untuk mendikte persyaratan internasional.

Sementara negara menengah tidak memiliki keunggulan tersebut sehingga perlu bersatu untuk memperkuat posisi tawar.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved