
Repelita Jakarta - Untuk pertama kalinya sejak tahun dua ribu sebelas pemerintah Suriah berhasil menguasai sebagian besar kekayaan alam dan wilayah-wilayah strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi di seluruh negeri menurut Mazen Hassoun.
Wilayah-wilayah yang masih berada di luar kendali Damaskus seperti Hasakah Utara Kobani serta Suwayda tidak lagi menyimpan nilai ekonomi yang berarti bagi negara sehingga kelangsungan otonomi mereka tidak akan memberikan pengaruh signifikan terhadap kondisi domestik secara keseluruhan.
Ahmed Al-Sharaa telah berhasil mengonsolidasikan kekuasaannya secara mutlak sehingga ancaman runtuhnya negara yang pernah menjadi bayang-bayang kini dapat dikatakan telah hilang sepenuhnya.
Memasuki tahun dua ribu dua puluh enam Ahmed Al-Sharaa harus segera beralih fokus menyusun konstitusi permanen meninggalkan pola pikir masa perang serta menegakkan supremasi hukum di seluruh penjuru negeri.
Pasukan YPG yang mewakili kelompok Kurdi serta Al-Hijriah dari komunitas Druze tidak memiliki pilihan lain selain mencapai kesepakatan dengan pemerintah pusat di Damaskus.
Hanya melalui kompromi tersebut mereka dapat berpartisipasi dalam proses penyusunan konstitusi jika tetap menolak maka mereka akan terus tersisih dari arena politik nasional.
Tahun lalu Ahmed Al-Sharaa telah mengecualikan kedua kelompok tersebut dari pembicaraan karena sikap mereka yang menolak bergabung dengan kerangka baru.
Sejarah konflik di Suriah membuktikan bahwa sikap keras kepala serta ketidakmampuan berkompromi selalu berakhir dengan kekalahan bagi semua pihak yang terlibat.
Bashar al-Assad yang menolak mengalah akhirnya tumbang sedangkan SDF yang juga bersikeras akhirnya kalah dalam pertempuran sehingga pelajaran berharga ini harus menjadi renungan bagi yang masih bertahan.
Sekarang Ahmed Al-Sharaa tidak memiliki alasan lagi untuk menunda karena ia telah mengendalikan seluruh wilayah vital baik dari sisi ekonomi maupun militer di negara tersebut.
Prioritas utama tahun ini adalah menyelesaikan penyusunan konstitusi baru serta mengaktifkan kembali fungsi parlemen Suriah agar transisi politik berjalan stabil dan berkelanjutan.
Pandangan tersebut disampaikan oleh Mazen Hassoun melalui analisisnya yang menekankan urgensi langkah-langkah tersebut demi masa depan Suriah pasca-konflik.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

