Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Surplus Minyak Global Menenggelamkan Harga 2025, Geopolitik Tak Lagi Mampu Menahan Tekanan Pasokan

Kilang minyak

Repelita Jakarta - Harga minyak dunia sepanjang 2025 mengalami turbulensi akibat campuran ketegangan geopolitik, strategi OPEC+, serta tekanan utama dari kelebihan pasokan yang mendominasi pasar.

Empat momen kunci menjadi penanda pergerakan harga minyak global selama tahun ini.

Pertama, pada perdagangan Rabu 16 Januari 2025, Brent melonjak 2,64 persen ke level 82,03 dolar AS per barel.

WTI naik lebih tinggi lagi yaitu 3,28 persen mencapai 80,04 dolar AS per barel.

Peningkatan tajam ini didorong penurunan stok minyak AS yang melebihi ekspektasi, sehingga memperkuat kekhawatiran kekurangan suplai akibat sanksi terhadap energi Rusia.

Antisipasi pelantikan Donald Trump sebagai Presiden AS pada 20 Januari 2025 juga memberikan sentimen positif tambahan.

Kedua, harga kembali memanas pada Rabu 18 Juni 2025 dengan Brent ditutup pada 76,38 dolar AS per barel.

WTI bertahan di 74,84 dolar AS per barel.

Lonjakan disebabkan laporan kebakaran di ladang gas South Pars Iran akibat serangan Israel.

Fasilitas depo Shahran juga terkena dampak, sehingga memicu ketakutan akan gangguan pasokan signifikan.

Ketiga, harga minyak jatuh bebas pada awal Mei 2025 hingga mencapai level terendah dalam empat tahun terakhir.

Data Refinitiv pada Senin 5 Mei 2025 menunjukkan Brent kontrak Juli turun 3,4 persen ke 59,18 dolar AS per barel.

WTI kontrak Juni melemah 3,8 persen menjadi 56,09 dolar AS per barel.

Penurunan ini dipicu keputusan OPEC+ yang mempercepat kenaikan produksi secara agresif.

Langkah tersebut memperparah kekhawatiran surplus pasokan di tengah permintaan yang cenderung lesu.

Keempat, harga kembali merosot pada Selasa 16 Desember 2025.

Brent ditutup di 58,92 dolar AS per barel.

WTI berada pada 55,82 dolar AS per barel.

Angka ini menjadi yang terendah sejak Februari 2021 atau lebih dari empat tahun.

Pelemahan ini mencerminkan meredanya premi risiko geopolitik di mata pasar.

Konflik Rusia-Ukraina yang sempat menopang harga mulai kehilangan kekuatan dorong.

Ekspektasi jalur diplomasi semakin menguat setelah AS dilaporkan menawarkan jaminan keamanan ala NATO kepada Ukraina dalam pertemuan Berlin.

Sinyal ini dianggap sebagai petunjuk bahwa konflik bergeser dari eskalasi menuju penyelesaian damai.

Bagi pasar minyak, ketenangan konflik berpotensi membuka pelonggaran sanksi Rusia.

Pasokan Rusia yang sebelumnya terhambat bisa kembali mengalir deras ke pasar global.

Dalam kondisi suplai sudah berlimpah, tambahan volume ini menjadi tekanan harga yang berat.

Perlambatan permintaan dari China sebagai pengonsumsi energi terbesar dunia turut memperburuk situasi.

Data ekonomi terbaru menunjukkan penurunan aktivitas industri serta konsumsi domestik.

Pasar menilai ini sebagai hilangnya penggerak utama pertumbuhan konsumsi energi secara global.

Kelebihan pasokan menjadi beban paling dominan sepanjang tahun.

Produksi dunia bertambah sekitar tiga juta barel per hari.

Pertumbuhan konsumsi hanya mencapai 830 ribu barel per hari.

Selisih lebih dari dua juta barel per hari menciptakan surplus yang berkelanjutan.

Setiap barel ekstra harus ditampung melalui penyimpanan atau dijual dengan potongan harga.

Stok global meningkat 424 juta barel dari Januari hingga November 2025.

Rata-rata kenaikan harian stok sekitar 1,3 juta barel.

Peningkatan terbesar terjadi pada minyak terapung di laut karena pasokan dari negara tersanksi tidak langsung masuk proses pengolahan.

Minyak terapung menjadi persediaan tidak produktif yang terus menekan harga jangka panjang.

Rusia menjadi contoh bagaimana sanksi mengubah rute tanpa mengurangi volume secara drastis.

Ekspor Rusia berkurang sekitar 400 ribu barel per hari pada November.

Harga Urals turun ke 43,52 dolar AS per barel dengan pendapatan ekspor hanya 11 miliar dolar AS.

Produksi tetap berlangsung tetapi pembeli meminta diskon besar untuk menutupi risiko sanksi dan logistik.

Diskon tersebut menyebar luas ke pasar fisik dunia.

Iran dan Venezuela memberikan kontribusi tekanan serupa dengan menjaga ekspor tinggi.

Iran mempertahankan pengiriman sekitar 1,9 juta barel per hari.

Saat kuota impor China terpenuhi, minyak Iran berubah menjadi stok terapung yang bertambah 40 juta barel sejak Agustus.

Ini memperlebar persediaan tanpa menambah konsumsi aktual.

OPEC+ mempercepat pelepasan pemotongan produksi sebesar 2,2 juta barel per hari mulai September.

Kebijakan ini menambah pasokan efektif ketika stok dunia sudah membengkak.

Analis bank investasi memandang ini sebagai pendorong surplus lebih besar pada 2026.

Permintaan tidak cukup tangguh untuk menyerap tambahan suplai.

Pertumbuhan konsumsi terpusat pada avtur dan gasoil.

Sektor pembangkit listrik semakin beralih ke gas alam serta energi terbarukan.

Struktur permintaan yang terbatas ini tidak mampu menampung jutaan barel ekstra dari produksi.

Gangguan kilang serta pembatasan impor produk Rusia membuat margin pengolahan melonjak.

Pasar produk menjadi ketat sementara crude tetap berlebih.

Kilang hanya membeli sesuai kebutuhan langsung tanpa membangun stok besar.

Faktor ekonomi makro memberikan dukungan minim meski suku bunga AS diturunkan.

Pertumbuhan ekonomi AS kuat tetapi tarif perdagangan serta perlambatan China membatasi perluasan permintaan minyak.

Keseluruhan faktor tersebut menahan harga di level rendah dengan Brent sekitar 63 dolar AS per barel pada November.

Menuju akhir tahun, proyeksi secara konsisten menunjukkan kelanjutan surplus sekitar 3,7 juta barel per hari hingga 2026.

Harga Brent diperkirakan masuk kisaran 50 dolar AS pada awal tahun depan.

Dinamika minyak sepanjang 2025 lebih diatur oleh neraca pasokan-permintaan.

Pasokan berkembang lebih cepat daripada konsumsi sehingga stok bertambah dan diskon semakin dalam.

Harga pada akhirnya mengikuti aritmetika volume ketimbang cerita risiko geopolitik.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved