![]()
Repelita Jakarta - Founder Junior Doctors Network (JDN) Indonesia, dr. Andi Khomeini, menyoroti isu kontaminasi udang yang belakangan menjadi perhatian publik.
Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Satgas, Zulkifli Hasan atau Zulhas, menegaskan bahwa pencemaran zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137) hanya terjadi di satu titik, yakni kawasan industri Cikande.
Ia memastikan bahwa kontaminasi tersebut tidak menyebar ke rantai pasok nasional maupun produk ekspor.
Investigasi Satgas menunjukkan bahwa kontaminasi Cs-137 hanya ditemukan di Kawasan Industri Modern Cikande.
Zulhas menekankan bahwa penanganan khusus hanya berlaku di lokasi tersebut dan tidak ada indikasi pencemaran di tempat lain.
Lewat unggahan di akun media sosial X pribadinya, dr. Andi Khomeini menyampaikan sejumlah saran untuk menyikapi permasalahan kontaminasi udang.
Ia menyarankan agar dilakukan pengambilan sampel udang dari berbagai lokasi berbeda.
Setiap sampel perlu diuji substratnya, termasuk paparan radioaktif yang mungkin terjadi.
Selain itu, perlu dilakukan pengujian batas toleransi paparan, serta dampaknya dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.
Setelah ditemukan udang yang tercemar, pencemar harus diidentifikasi dan dikelola agar tidak terjadi pencemaran ulang.
Jadi harusnya gini, ambil sampel udang dari beberapa lokasi berbeda. Uji substratnya, termasuk paparan radioaktifnya. Uji batas yang bisa ditoleransi, termasuk efek jangka pendek, menengah, dan panjangnya. Setelah ditemukan udang yang tercemar, cari tahu pencemarnya. Kelola pencemaran agar tidak berulang terjadi, tulis dr. Andi Khomeini pada Rabu 1 Oktober 2025.
Ia menekankan pentingnya penyelesaian masalah ini karena udang merupakan komoditas yang dikonsumsi manusia dan hewan.
Udang juga termasuk produk yang diperjualbelikan, termasuk untuk ekspor, sehingga menyangkut nama baik negara.
Ini penting karena udang dikonsumsi manusia dan hewan. Termasuk komoditas yang diperjualbelikan, incl. ekspor Nama baik negara, terangnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

