Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Habib Rizieq Apresiasi Pidato Prabowo di PBB, Kritik Gagasan Dua Negara untuk Palestina

 

Repelita Jakarta – Imam Besar Habib Rizieq Syihab menyampaikan apresiasi terhadap pidato Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Ia menyatakan bangga atas keberanian Presiden berbicara di forum internasional tersebut.

Namun, Habib Rizieq memberikan catatan kritis terhadap bagian pidato yang menyinggung konsep solusi dua negara bagi Palestina.

Menurutnya, gagasan tersebut tidak mencerminkan realitas perjuangan rakyat Palestina.

Dalam ceramahnya di Masjid Jami Al Falaah, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Habib Rizieq menyebut bahwa konsep dua negara merupakan usulan dari Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis.

Skema tersebut, katanya, bertujuan membagi wilayah Palestina menjadi dua bagian: satu untuk Israel dan satu untuk Palestina.

Habib Rizieq menegaskan bahwa mayoritas negara Islam dan para pejuang Palestina menolak solusi tersebut.

Ia menyampaikan bahwa kemerdekaan sejati hanya dapat terwujud melalui satu negara Palestina yang utuh.

Habib Rizieq juga menilai bahwa pandangan Presiden mungkin dipengaruhi oleh masukan yang tidak akurat dari para staf ahli.

Ia menyampaikan, saya tidak menyalahkan Presiden.

Data yang masuk pasti memengaruhi pandangan.

Karena itu, staf ahli harus memberi informasi akurat tentang apa yang sebenarnya diinginkan rakyat Palestina.

Dalam ceramahnya, Habib Rizieq memberikan perumpamaan untuk menggambarkan posisi Israel di Palestina.

Ia menyebut Israel seperti perampok yang merebut rumah orang lain.

Bayangkan rumah kita dirampok, lalu Pak RT datang dan bilang: sudah, bagi dua saja rumahnya.

Separuh untuk perampok, separuh untuk pemilik.

Itu jelas ngawur, ujarnya.

Menurutnya, dalam situasi seperti itu, semua pihak seharusnya mendukung pemilik rumah dan mengusir perampok.

Hal serupa, kata dia, harus berlaku bagi Palestina.

Israel sebagai penjajah harus diusir, bukan diberi legitimasi.

Habib Rizieq juga membandingkan kondisi Palestina dengan sejarah Indonesia saat dijajah Belanda.

Ia menggambarkan, seandainya Belanda dulu mengusulkan pembagian wilayah Indonesia, maka bangsa Indonesia pasti menolak.

Belanda penjajah harus pergi.

Kita ingin kemerdekaan penuh, bukan dibagi dua.

Begitu juga dengan Palestina.

Mereka berhak atas seluruh wilayahnya, tegas Habib Rizieq.

Ia juga menyoroti sejarah berdirinya Israel yang menurutnya tidak terlepas dari dukungan Inggris dan Prancis.

Israel, katanya, dideklarasikan di tanah Palestina dengan bantuan kekuatan asing.

Setelah itu, Israel mendapat dukungan senjata dan perlengkapan militer hingga mencaplok wilayah Palestina sedikit demi sedikit.

Pada akhirnya, hampir seluruh tanah Palestina terancam hilang, sementara dunia internasional mendorong solusi dua negara.

Di akhir ceramahnya, Habib Rizieq kembali menegaskan bahwa rakyat Palestina tidak menginginkan konsep dua negara.

Menurutnya, perjuangan mereka adalah untuk satu negara Palestina yang merdeka sepenuhnya tanpa kompromi dengan Israel.

Palestina hanya ingin satu negara utuh, bukan dibagi dua.

Itu perjuangan mereka, dan itu yang harus kita dukung, tandasnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved