
Repelita Jakarta – Direktur Eksekutif Sabang Merauke Circle, Syahganda Nainggolan, menanggapi asumsi publik terkait pertemuan sejumlah aktivis dengan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad.
Beberapa pihak menganggap pertemuan tersebut sebagai upaya untuk menjauhkan Presiden Prabowo Subianto dari Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Namun, Syahganda membantah anggapan tersebut.
Dalam wawancara di kanal YouTube Refly Harun pada Senin, 21 April 2025, Syahganda menjelaskan bahwa tujuan utama dari pertemuan tersebut adalah untuk membuka ruang dialog dengan Presiden Prabowo. Ia menilai Prabowo sebagai sosok yang terbuka terhadap pertukaran gagasan.
Syahganda menyatakan, "Kalau di zaman Jokowi nggak ada tukar pikiran karena Jokowi nggak punya pikiran," sebagai kritik terhadap kepemimpinan Jokowi yang dianggapnya kurang responsif terhadap diskusi terbuka.
Lebih lanjut, Syahganda menegaskan bahwa pertemuan dengan Sufmi Dasco dan rencana membuka jalur komunikasi dengan Prabowo adalah langkah strategis untuk membangun dialog yang substansial.
Ia menepis anggapan bahwa pertemuan tersebut merupakan agenda politik terselubung. Menurutnya, kehadiran Dasco sebagai penghubung antara para aktivis dengan Prabowo adalah langkah efektif untuk menjembatani komunikasi politik yang sehat dan terbuka.
Syahganda juga memberikan klarifikasi terkait pertemuannya dengan sejumlah tokoh aktivis, termasuk Rocky Gerung dan Jumhur Hidayat, dengan Sufmi Dasco.
Ia menjelaskan bahwa pertemuan tersebut bukan hanya inisiatif Dasco, melainkan merupakan kehendak kedua belah pihak. Syahganda menegaskan bahwa pertemuan tersebut bertujuan untuk membangun komunikasi yang konstruktif, bukan untuk melunakkan suara-suara oposisi atau membungkam kritik.
Sebagai penutup, Syahganda menyatakan bahwa jika masyarakat ingin objektif dalam menilai isu ini, mereka dapat melakukan penelitian langsung ke Universitas Gadjah Mada (UGM), mewawancarai dosen, dekan, atau rektor, untuk mendapatkan informasi yang akurat dan tidak bias. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok

