Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Protes Pemecatan Neni Herlina, Pegawai Kemendikti Saintek, Soroti Kepemimpinan Satryo Soemantri Brodjonegoro

 

Repelita Jakarta - Nama Neni Herlina mendadak menjadi sorotan setelah pemecatannya dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) memicu gelombang protes dari puluhan pegawai kementerian.

Aksi demonstrasi yang berlangsung di depan kantor Kemendikti Saintek, Senayan, Jakarta, pada Senin, 20 Januari 2025, menyoroti dugaan tindakan sewenang-wenang Menteri Satryo Soemantri Brodjonegoro, termasuk pemecatan Neni yang dianggap tidak adil.

Neni Herlina adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di bagian rumah tangga Kemendikti Saintek. Sebagai pegawai, Neni menangani berbagai kebutuhan operasional kantor. Namun, perjalanan kariernya di kementerian ini berubah drastis setelah ia diberhentikan secara mendadak oleh Menteri Satryo.

Menurut Neni, permasalahan bermula dari insiden kecil yang melibatkan penggantian meja di ruang kerja Menteri Satryo. Keputusan tersebut, yang awalnya merupakan permintaan istri Menteri, diduga menjadi pemicu konflik.

"Waktu itu permintaan mengganti meja itu dari istrinya. Saya emang enggak tahu apa-apa, cuma besoknya langsung dipanggil dan dimarahi di depan staf lain," ujar Neni.

Pemecatan Neni dianggap sepihak dan tidak manusiawi. Dalam kesaksiannya, Neni menyatakan tidak menerima Surat Keputusan (SK) pemecatan resmi dan merasa dipermalukan di depan rekan kerja.

"Enggak ada SK-nya, hanya dimarahi di depan staf-staf saya, termasuk anak magang. Itu mempermalukan saya," tambah Neni.

Ketua Paguyuban Pegawai Kemendikti Saintek, Suwitno, menegaskan bahwa proses pemecatan ini melanggar prosedur. Jika memang ada kesalahan yang dilakukan Neni, seharusnya ada mekanisme penjatuhan sanksi disiplin yang jelas, bukan pemberhentian mendadak.

Pemecatan Neni itu kemudian berujung pada aksi demonstrasi yang digelar karyawan Kemendikti Saintek pada hari ini, Senin (20/1/2025). Protes ini melibatkan sekitar 235 pegawai yang mengenakan pakaian hitam sebagai simbol kekecewaan.

Mereka membawa spanduk dengan tulisan-tulisan pedas, seperti: "Pak Presiden, Selamatkan Kami dari Menteri Pemarah, Suka Main Tampar, dan Main Pecat." "Institusi Negara, Bukan Perusahaan Pribadi Satryo dan Istri."

Selain itu, karangan bunga juga dipajang di lokasi aksi, salah satunya bertuliskan: "Turut Berdukacita atas Matinya Nurani dan Welas Asih Menteri Kami."

Sekretaris Jenderal Kemendikti Saintek, Togar M Simatupang, membantah bahwa pemecatan Neni dilakukan secara mendadak. Ia menyebutkan bahwa penataan organisasi membutuhkan penjaminan mutu, dan keputusan yang diambil telah melalui evaluasi.

"Dalam penataan ada tingkat layanan dan mutu yang harus dijamin. Ada perbedaan, dan tentu aplikasi penghargaan dan pembinaan," ujar Togar.

Namun, ia juga menegaskan bahwa ruang dialog tetap terbuka untuk menyelesaikan masalah ini secara persuasif. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved