Repelita Jakarta - Serangan militer yang dilakukan Israel bersama Amerika Serikat terhadap Iran di tengah pelaksanaan ibadah Ramadan oleh umat Islam mendapat kecaman tajam dari berbagai kalangan termasuk politikus Partai Keadilan Sejahtera Tifatul Sembiring.
Menurut Tifatul Sembiring serangan tersebut sangat tidak tepat waktu karena mengganggu kekhusyukan umat Muslim dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan.
Ia menekankan bahwa Ramadan seharusnya menjadi periode ketenangan dan kedamaian spiritual bukan saatnya terjadi peningkatan ketegangan bersenjata di kawasan.
Ujar Tifatul Sembiring umat Islam sedang khusyuk ibadah Ramadan dunia sedang tenang namun Trump dan Netanyahu malah menyerang Iran yang kemudian dibalas sehingga menyebabkan penutupan bandara-bandara di Timur Tengah hingga Eropa.
Akibat langsung dari konflik ini menurutnya adalah ribuan jemaah umrah yang hendak berangkat maupun pulang menjadi tertahan di berbagai tempat.
Selain itu harga minyak dunia melonjak disertai kenaikan harga emas sehingga mengganggu stabilitas ekonomi global secara signifikan.
Tifatul Sembiring tidak segan menyindir kedua pemimpin tersebut dengan menyebut tindakan mereka berhasil mengacaukan dunia atas pengaruh setan.
Ia berharap agar Donald Trump serta Benjamin Netanyahu segera mendapatkan balasan atas perbuatan mereka dengan doa semoga Allah segera memusnahkan kedua binatang ini amin ya rabbal alamin.
Sebelumnya Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran Ayatollah Sayyid Ali Khamenei gugur bersama beberapa komandan senior akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada Sabtu akhir pekan tersebut.
Setelah pengumuman resmi kematiannya dari pemerintah Iran kini perhatian dunia tertuju pada penentuan pengganti yang akan memimpin negara tersebut.
Salah satu nama yang santer disebut adalah putra mendiang yaitu Mojtaba Khamenei yang selama ini memiliki pengaruh kuat di balik layar khususnya dalam intelijen dan operasi Korps Pengawal Revolusi Islam.
Mojtaba Khamenei dikenal memiliki sikap yang lebih tegas dibandingkan ayahnya dalam berbagai isu strategis.
Para pejabat serta kelompok politik di Yaman dan Irak menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya Ayatollah Ali Khamenei sambil bersumpah bahwa perjuangan serta warisannya akan terus dilanjutkan tanpa henti.
Dewan Politik Tertinggi Yaman menyatakan bahwa kemartiran Pemimpin Revolusi tersebut justru akan memperkuat tekad rakyat Iran serta melanjutkan jihad membela kebenaran tanpa pernah mundur selangkah pun.
Dewan tersebut juga mengecam serangan itu sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum serta norma internasional sekaligus bentuk agresi berkelanjutan terhadap umat Islam.
Irak secara resmi menetapkan tiga hari berkabung nasional atas musibah tersebut sebagaimana disampaikan juru bicara pemerintah Bassem al-Awadi.
Pernyataan Irak mengecam agresi tersebut karena melanggar segala prinsip kemanusiaan etika serta ketentuan hukum dan konvensi internasional yang berlaku.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

