Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Putin Disebut Kirim Jet Militer ke Teheran, Evakuasi Mojtaba Khamenei yang Terluka untuk Dirawat di Rusia

 Gabungan visual Iran-Rusia

Repelita Moskow - Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, dilaporkan diterbangkan secara rahasia ke Moskow menggunakan pesawat militer Rusia untuk menjalani perawatan medis atas luka yang dideritanya dalam serangan Amerika Serikat dan Israel .

Surat kabar Kuwait Al-Jarida mengutip sumber tingkat tinggi yang dekat dengan pemimpin Iran melaporkan bahwa Mojtaba dibawa keluar dari Teheran pada Kamis 12 Maret 2026 dan langsung menjalani operasi di Rusia .

Menurut sumber tersebut, Presiden Rusia Vladimir Putin secara pribadi menawarkan bantuan medis dalam percakapan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dan tawaran itu kemudian diterima oleh pihak Iran .

Operasi pengiriman ini dilakukan secara sangat rahasia karena kondisi kesehatan Mojtaba yang serius serta kekhawatiran akan keamanannya di tengah perang yang sedang berlangsung .

Mojtaba dilaporkan mengalami luka dalam serangan pertama AS-Israel di Teheran pada 28 Februari 2026, serangan yang sama yang menewaskan ayahnya, Pemimpin Tertinggi sebelumnya Ayatollah Ali Khamenei .

Sumber Al-Jarida menyatakan bahwa cedera Mojtaba membutuhkan perawatan rumah sakit dengan fasilitas lengkap, tindak lanjut medis ketat, serta pemantauan khusus, yang mustahil didapat di Iran dengan situasi perang saat ini .

Kekhawatiran bahwa Israel bermaksud terus menargetkan pemimpin baru Iran juga menjadi faktor utama keputusan untuk memindahkannya ke Moskow .

Layanan keamanan Iran dikabarkan khawatir terjadi kebocoran informasi tentang lokasi Mojtaba karena para spesialis yang merawatnya berpotensi menjadi sasaran intelijen musuh .

Setibanya di Moskow, Mojtaba dilaporkan menjalani operasi yang berhasil dan kini menerima perawatan di sebuah rumah sakit swasta yang terletak di dekat kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin .

Intelijen Israel meyakini bahwa cedera Mojtaba mungkin lebih serius daripada yang diperkirakan sebelumnya, namun Tel Aviv tidak memiliki informasi yang dikonfirmasi bahwa ia telah meninggalkan Iran .

Pada 4 Maret lalu, Al-Jarida melaporkan bahwa Mojtaba mengalami cedera di sisi kiri tubuhnya dari kepala hingga kaki akibat reruntuhan bangunan saat serangan .

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menolak berkomentar saat ditanya mengenai laporan bahwa Mojtaba menjalani perawatan di Rusia dengan mengatakan "kami tidak mengomentari laporan semacam itu" .

Kementerian Luar Negeri Iran mengonfirmasi bahwa pemimpin baru tersebut terluka dalam serangan, namun menolak mengungkapkan keberadaannya sambil mengatakan kondisinya baik-baik saja .

Seorang sumber Iran yang dekat dengan kalangan reformis mengatakan kepada Al-Jarida bahwa ada kecurigaan besar pidato pertama Mojtaba ditulis oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani karena kalimatnya identik dengan pernyataan-pernyataan Larijani sebelumnya .

Menurut sumber tersebut, Mojtaba bahkan tidak diberitahu tentang pidato itu, dan ketidakhadirannya serta tidak adanya rekaman audio semakin memperkuat kecurigaan ini .

Mojtaba Khamenei ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi oleh Majelis Pakar pada 8 Maret 2026 menggantikan ayahnya yang tewas dalam serangan gabungan AS-Israel .

Pernyataan perdananya sebagai pemimpin tertinggi dibacakan oleh pembawa berita televisi pemerintah pada Kamis 12 Maret 2026 tanpa menampilkan sosoknya di hadapan publik, memicu spekulasi tentang kondisinya .

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dalam konferensi pers mengatakan Iran memiliki banyak kamera dan alat perekam namun pernyataan pertama Mojtaba justru dibacakan presenter televisi tanpa menampilkan sosoknya .

Hegseth juga meragukan kemampuan Mojtaba untuk memimpin dengan menyebutnya sebagai buronan yang terluka dan tidak memiliki legitimasi di mata rakyat Iran.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membantah klaim AS dengan mengatakan bahwa tidak ada masalah dengan pemimpin tertinggi dan semuanya terkendali serta ia menjalankan tugasnya sesuai konstitusi .

Presiden AS Donald Trump dalam wawancara dengan NBC News mengatakan ia bahkan mendengar kabar Mojtaba mungkin telah meninggal meskipun belum ada bukti yang dapat dikonfirmasi .

"Saya bahkan tidak tahu apakah dia masih hidup. Sampai sekarang tidak ada yang bisa menunjukkannya," kata Trump .

Kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Mojtaba terus diuji dengan ketidakhadirannya di ruang publik selama lebih dari satu minggu sejak diangkat.

Para analis menilai bahwa situasi ini dapat mempengaruhi stabilitas politik Iran di tengah perang yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat dan Israel.

Dunia internasional terus memantau perkembangan situasi yang semakin kompleks sambil menunggu konfirmasi resmi dari pemerintah Iran mengenai kondisi pemimpin tertinggi mereka.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved