Repelita Beirut - Konflik yang dipicu serangan gabungan Amerika Serikat serta Israel terhadap Iran pada Sabtu 28 Februari 2026 semakin meluas setelah kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Militer Israel mengumumkan pada Senin 2 Maret 2026 pagi bahwa mereka melancarkan serangan terhadap posisi Hizbullah di berbagai wilayah Lebanon.
Serangan itu merupakan respons langsung terhadap peluncuran rudal dan drone oleh Hizbullah ke arah Israel sebagai balasan atas pembunuhan Khamenei.
Proyektil yang dilepaskan Hizbullah tersebut menjadi yang pertama sejak dimulainya operasi militer AS-Israel terhadap Iran.
Hizbullah yang selama ini dikenal sebagai sekutu utama Iran di kawasan Timur Tengah menyatakan aksi mereka dilakukan untuk membalas pembunuhan Khamenei serta pelanggaran berulang Israel terhadap kedaulatan Lebanon.
Ledakan keras terdengar di ibu kota Beirut menurut kesaksian warga setempat yang berada di lokasi.
Sumber keamanan Lebanon melaporkan kepada media internasional bahwa Israel menargetkan daerah pinggiran selatan Beirut yang menjadi basis kuat Hizbullah.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu 1 Maret 2026 menegaskan bahwa operasi tempur di Iran akan terus berlanjut hingga seluruh tujuan tercapai sepenuhnya.
Ia menekankan bahwa rezim Iran yang memiliki rudal jarak jauh serta potensi senjata nuklir menjadi ancaman serius bagi warga Amerika Serikat.
Trump mendesak anggota Garda Revolusi serta polisi militer Iran untuk menyerahkan senjata dan menerima jaminan kekebalan atau menghadapi konsekuensi mematikan.
Ia mengklaim kepada media bahwa sebanyak 48 pemimpin tinggi Iran tewas dalam satu serangan tersebut.
Ini berjalan lancar ini berjalan cepat ini sudah seperti ini selama 47 tahun kata Trump sambil menambahkan tidak ada yang percaya dengan keberhasilan yang kita raih empat puluh delapan pemimpin tewas dalam satu serangan.
Serangan drone yang diduga menyasar pangkalan militer Inggris RAF Akrotiri di Siprus dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan Inggris tanpa menimbulkan korban jiwa.
Insiden itu terjadi beberapa jam setelah Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan izin bagi AS untuk melancarkan serangan ke situs rudal Iran dari pangkalan Inggris.
Harga minyak mentah Brent melonjak hingga tiga belas persen mencapai delapan puluh dua dolar Amerika Serikat per barel pada Senin 2 Maret 2026 akibat kekhawatiran penutupan Selat Hormuz.
Tiga prajurit Amerika Serikat tewas dalam operasi militer di Iran menurut pernyataan Komando Pusat AS pada Minggu menjadi korban pertama yang dikonfirmasi sejak Sabtu.
Trump memperingatkan melalui platform media sosial bahwa kemungkinan korban lebih banyak masih terbuka lebar.
Jumlah korban tewas akibat serangan rudal ke sebuah sekolah perempuan di Minab Iran selatan meningkat menjadi hampir seratus lima puluh orang menurut media pemerintah Iran.
Kantor berita Mizan melaporkan bahwa serangan Sabtu pagi ke sekolah dasar putri tersebut menewaskan seratus empat puluh delapan orang dengan sembilan puluh lima lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa itu disebut sebagai insiden korban massal paling tragis sejauh ini dalam kampanye pengeboman yang dipimpin AS-Israel terhadap Iran.
Konflik menyebabkan gangguan parah pada penerbangan regional dengan penutupan wilayah udara di beberapa negara serta penghentian operasi di tiga bandara utama penghubung Eropa Afrika dan Asia.
Israel mengeluarkan perintah pengungsian bagi sekitar lima puluh tiga kota serta desa di Lebanon sehingga memaksa ratusan ribu warga meninggalkan rumah pada malam hari.
Israel juga mengumumkan gelombang serangan baru ke jantung Teheran dengan laporan ledakan besar dari penduduk ibu kota Iran.
Setidaknya satu orang tewas di Bahrain akibat serangan balasan Iran sementara ledakan juga terdengar di dekat pangkalan AS di Baghdad Irak.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran Ali Larijani membantah tuduhan media Amerika Serikat bahwa ia berupaya membuka kembali pembicaraan nuklir dengan Washington.
Amerika Serikat Bahrain Yordania Kuwait Qatar Arab Saudi serta Uni Emirat Arab mengeluarkan pernyataan bersama yang mengutuk serangan Iran dan menegaskan hak bela diri mereka.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

