:strip_icc()/kly-media-production/medias/5507935/original/066787400_1771558966-Prabowo_BoP.jpeg)
Repelita Washington - Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar memberikan pujian terhadap Dewan Perdamaian atas usulan pelucutan kelompok perlawanan Palestina Hamas yang dibahas dalam sidang pertama di ibu kota Amerika Serikat kemarin malam.
Pernyataan tersebut muncul pasca Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memberikan ancaman kepada Hamas agar segera menyerahkan senjata mereka sebagai bagian dari upaya perdamaian.
Gideon Saar menyatakan bahwa Donald Trump telah menyajikan strategi awal untuk menyelesaikan inti konflik dengan menyoroti proses pelucutan senjata terhadap Hamas serta Jihad Islam beserta demiliterisasi kawasan Jalur Gaza dan upaya deradikalisasi komunitas Palestina di wilayah tersebut.
Israel siap mendukung inisiatif pelucutan tersebut dan akan terus berusaha agar berhasil tercapai sesuai harapan bersama seperti yang disampaikan Gideon Saar.
Gideon Saar hadir sebagai wakil Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sejak bergabung pada Februari lalu meskipun sempat menolak rencana itu di awal yang menimbulkan kekhawatiran atas bertambahnya dominasi Israel dalam Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa di mana Amerika Serikat sering dianggap mewakili kepentingan Israel.
Walaupun Donald Trump telah menunjuk tim teknokrat Palestina untuk mengelola operasional harian di Gaza namun absennya perwakilan Palestina dalam dewan yang lebih besar dikhawatirkan oleh para pengkritik akan menyulitkan pencapaian resolusi atas isu politik kronis dan berpotensi memicu kembalinya konflik bersenjata.
Donald Trump membuka sambutannya semalam dengan pengumuman penghentian perang di Gaza sambil menetapkan syarat tegas untuk masa pasca-konflik tersebut.
Hamas diharuskan menyerahkan persenjataan sesuai kesepakatan atau akan menghadapi tindakan tegas sebagai pesan langsung yang mengaitkan kemajuan politik dengan ketaatan militer kelompok itu di Gaza.
Donald Trump juga mengapresiasi kontribusi Hamas dalam kegiatan kemanusiaan termasuk peran signifikan mereka dalam pencarian jenazah para sandera di wilayah Gaza.
Presiden tersebut menegaskan dedikasinya untuk membangun Gaza menjadi lebih baik serta menjamin tata kelola yang efektif dengan menjelaskan bahwa tahap selanjutnya tergantung pada reformasi pemerintahan dan pencapaian kestabilan masyarakat sipil.
Donald Trump menolak kemungkinan keterlibatan militer langsung dari Amerika Serikat dengan menyatakan bahwa pengiriman tentara ke Gaza guna memberantas Hamas tidak dibutuhkan saat ini.
Ia menutup dengan menekankan desakan global terhadap kelompok tersebut bahwa seluruh dunia kini menanti respons Hamas sebagai satu-satunya penghalang utama menuju perdamaian.
Juru bicara Hamas Hazem Qassem dalam keterangannya menyatakan bahwa tolok ukur sejati dari Dewan Perdamaian adalah keberhasilan mereka dalam memaksa pihak pendudukan menghentikan pelanggaran gencatan senjata serta memenuhi tanggung jawabnya untuk memulai bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi yang autentik.
Pengalaman selama beberapa bulan pasca implementasi gencatan senjata membuktikan bahwa pihak pendudukan mengabaikan komitmen tersebut jika tidak disertai tekanan konkret seperti yang ditambahkan oleh Hazem Qassem.
Segala usaha tulus untuk mencapai kestabilan di Gaza menurut pernyataan itu wajib menyelesaikan akar konflik yaitu pendudukan beserta penghentian kebijakan agresifnya serta memastikan rakyat Palestina memperoleh hak mereka secara utuh tanpa pengurangan.
Sejak pengumuman gencatan senjata di Jalur Gaza pada 10 Oktober 2025 pihak Israel telah melanggar kesepakatan melalui serangan rutin yang menyebabkan ratusan korban jiwa.
Menurut laporan Kantor Media Pemerintah di Gaza Israel telah melakukan pelanggaran gencatan senjata minimal 1.620 kali mulai 10 Oktober 2025 hingga 10 Februari 2026 melalui bombardemen udara artileri serta tembakan langsung yang berlangsung terus menerus.
Kantor tersebut mencatat bahwa Israel menyerang warga sipil sebanyak 560 kali melakukan invasi ke pemukiman di luar zona aman sebanyak 79 kali membombardir dan menembaki Gaza sebanyak 749 kali serta merusak aset masyarakat sebanyak 232 kali disertai penahanan 50 warga Palestina dari Gaza.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

