Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Mantan Dubes RI untuk Iran Sebut Israel Bukan Ancaman Serius dan Kapal Induk AS Rentan Hadapi Rudal Teheran

 Potret Ilustrasi

Repelita - Terungkap, Ancaman ke Iran Cuma 'Gertak Sambel', Keunggulan Armada Militer AS Cuma Diatas Kertas? Mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Iran dan Turkmenistan Dian Wirengjurit secara blak-blakan menyebut ancaman militer Amerika Serikat kepada Iran tidak lebih dari sekadar retorika dan gertakan semata.

Dalam analisisnya yang disampaikan melalui kanal YouTube tvOne pada Sabtu, 31 Januari 2026, Dian menyatakan bahwa keunggulan militer Amerika Serikat, termasuk armada kapal induknya, hanya bersifat teoritis di atas kertas dan tidak akan efektif dalam konflik nyata melawan Iran.

Menurut diplomat senior ini, Israel yang selama ini diandalkan sebagai sekutu utama Amerika Serikat di kawasan bahkan tidak akan berani terlibat langsung dalam serangan terbuka terhadap Iran. Ia menegaskan bahwa tanpa dukungan penuh Amerika Serikat, Israel bukanlah pihak yang signifikan untuk dihadapi oleh Iran.

Dian mengkritik pengiriman kapal induk Amerika Serikat ke Teluk Persia sebagai langkah yang justru rentan dan dapat menjadi bumerang. Kapal induk yang digambarkan sebagai pangkalan militer bergerak dengan lima ribu personel itu dianggap sebagai target empuk bagi kemampuan militer modern Iran.

Iran telah membuktikan kemajuan teknologinya yang pesat, termasuk dengan drone yang mampu terbang di atas kapal induk Amerika Serikat dan rudal hipersonik yang tidak dapat dihalau oleh sistem pertahanan udara terbaik sekalipun. Negara tersebut, meski dibebani sanksi internasional berat, dinilai telah mengembangkan sistem pertahanan yang setara bahkan melebihi beberapa negara maju.

Kekuatan sebenarnya Iran, menurut Dian, terletak pada kemampuannya menghancurkan aset strategis seperti kapal induk. Ia menjelaskan bahwa Selat Hormuz yang sempit menjadi medan yang ideal bagi Iran untuk melumpuhkan armada besar dengan rudal-rudal konvensionalnya. Satu serangan tepat sasaran ke landasan pacu kapal induk dapat melumpuhkan seluruh kekuatan udaranya.

Lebih lanjut, Dian mengungkapkan bahwa Iran telah memiliki satelit pengintai yang mampu memantau setiap pergerakan militer Amerika Serikat, termasuk di pangkalan-pangkalan regionalnya, sehingga unsur kejutan dalam perang konvensional hampir tidak mungkin tercapai.

Penguatan militer Iran yang nyata, seperti pengaktifan ribuan drone tempur baru pada akhir Januari 2026, menunjukkan kesiapan dan ketidaktertakutannya. Ancaman dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menurut Dian, adalah pola lama yang telah berulang sejak tahun 1979 dan tidak lagi menakutkan bagi Teheran.

Kesimpulannya, mantan Dubes ini menyatakan bahwa ketegangan saat ini lebih merupakan permainan psikologis dan gertakan, sementara kemampuan riil Iran di lapangan telah membuat perhitungan militer konvensional Amerika Serikat menjadi tidak relevan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved