Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Hendri Satrio: Belum Ada Penantang Sepadan untuk Prabowo di 2029, Soroti Opsi Cawapres dan Catatan untuk Gibran

Pengamat Nilai Belum Ada Figur Sepadan Jadi Penantang Prabowo di 2029

Repelita Jakarta - Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai hingga saat ini belum tampak figur yang sepadan untuk menjadi penantang Presiden Prabowo Subianto pada Pemilihan Umum 2029 mendatang.

Ia mengatakan penerimaan publik terhadap Prabowo masih relatif baik sementara poros oposisi juga belum menunjukkan tanda-tanda mengajukan tokoh kuat yang bisa mengimbangi popularitas presiden petahana.

"Prabowo hingga saat ini masih diterima dengan baik. Program-program seperti MBG masih disukai oleh masyarakat," kata Hendri Satrio yang akrab disapa Hensa kepada wartawan, Jumat (20/2/2026).

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu memaparkan dua alasan yang menurutnya memperkuat penilaian tersebut terkait peta politik menuju 2029.

Pertama, ia melihat respons masyarakat terhadap kepemimpinan Prabowo sejauh ini masih relatif baik terutama terhadap program-program yang dirasakan langsung manfaatnya.

Kedua, Hensa menilai belum ada figur alternatif yang secara konsisten muncul dengan daya saing kuat untuk mengimbangi elektabilitas Prabowo menuju 2029.

Ia mencontohkan partai oposisi pun belum terlihat memanaskan mesin politik untuk memperkenalkan kandidat penantang secara serius.

"Bahkan oposisi seperti PDI Perjuangan belum ada geliat akan mengeluarkan jagoannya per hari ini ya," ujar Hensa.

Di sisi lain Hensa menilai pembahasan yang justru menarik dalam peta politik ke depan adalah soal siapa yang akan mendampingi Prabowo sebagai calon wakil presiden.

Menurut dia pilihan pendamping akan sangat menentukan stabilitas pemerintahan sekaligus memengaruhi peta kompetisi menuju pemilu berikutnya.

"Menurut saya, yang mendampingi Pak Prabowo di 2029 ini ada 3, antara dari gerindra, orang yang tidak partai politik, atau orang yg tidak punya ambisi jadi capres," kata Hensa.

Ia menyebut salah satu opsi adalah figur dari internal Partai Gerindra sebagai pilihan paling rasional bagi Prabowo.

Alasannya langkah tersebut bisa mencegah efek politik yang membesarkan partai lain di lingkar koalisi terutama bila belum ada lawan kuat yang muncul dari luar.

"Pak Prabowo akan rugi jika ia memilih calon wapres dari partai lain, karena itu sama saja memberikan panggung bagi partai lain untuk bersinar," katanya.

Selain itu Hensa juga membuka kemungkinan Prabowo memilih sosok non-partai atau figur yang tidak memiliki ambisi menjadi calon presiden pada periode berikutnya.

Ia menilai figur yang memiliki ambisi kuat maju sebagai capres berisiko lebih sibuk membangun panggung politik pribadi ketimbang fokus membantu kerja presiden.

"Kalau dia berambisi jadi capres, dia akan sibuk mencari panggung dan tidak fokus membantu kerja presiden," kata Hensa.

Saat ditanya soal peluang Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi pendamping lagi Hensa menilai ada catatan yang perlu dipertimbangkan secara matang.

Menurut dia apabila Gibran memiliki orientasi kuat untuk maju sebagai capres pada 2034 maka Prabowo seharusnya tidak memilihnya sebagai pendamping.

"Kalau Gibran berambisi jadi capres 2034, sebaiknya Prabowo enggak pilih," pungkas Hensa mengakhiri analisisnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved