Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Bupati Ngada Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup gegara Tak Bisa Beli Buku

 Profil Bupati Ngada Raymundus Bena, Kekayaan Mencapai Rp 7,8 Miliar

Repelita Jakarta - Bupati Ngada Raymundus Bena angkat bicara terkait tragedi siswa kelas empat SD yang mengakhiri hidupnya karena diduga tertekan tidak mampu membeli buku pelajaran dan alat tulis sekolah.

Bupati menyatakan pemerintah daerah langsung membentuk tim internal yang melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Dinas Pendidikan serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk menelusuri akar masalah secara mendalam.

Ia mengungkapkan kondisi keluarga korban memang sangat rumit karena anak tersebut telah ditinggalkan ayahnya sejak usia satu tahun tujuh bulan dan tinggal bersama neneknya.

Sang ibu harus berjuang sendirian menghidupi lima anak dengan kondisi ekonomi yang sangat terbatas.

Bupati menjelaskan terdapat kendala administrasi pada Program Indonesia Pintar karena ibu korban masih terdaftar sebagai warga Kabupaten Nagekeo meskipun telah lama kembali ke kampung halamannya di Ngada.

Kendala data kependudukan tersebut menghambat pencairan bantuan di bank sehingga prosesnya menjadi tertunda.

Ia menegaskan bahwa administrasi tidak boleh menjadi penghalang dalam memberikan pelayanan bantuan pendidikan kepada warga yang membutuhkan.

Pemerintah daerah memiliki program PIP lokal serta beasiswa seragam sebagai upaya meringankan beban keluarga kurang mampu.

Bupati menambahkan bahwa terlalu dini menyimpulkan penyebab tunggal kematian hanya karena ketidakmampuan membeli buku dan pulpen.

Menurutnya anak tersebut dikenal ceria dan aktif di sekolah sehingga perlu penelusuran lebih lanjut apakah terdapat tekanan psikologis lain yang tersembunyi.

Ia menyatakan kesiapan melakukan evaluasi total dan audit internal agar bantuan pendidikan dapat tepat sasaran serta mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Bupati menekankan pentingnya koordinasi lintas dinas untuk memastikan tidak ada lagi anak yang terhambat akses pendidikan karena masalah birokrasi atau ekonomi.

Tragedi ini menjadi pengingat bagi semua pihak agar pendidikan dasar benar-benar dapat diakses tanpa beban finansial yang memberatkan keluarga miskin.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved