Repelita Jakarta - Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia menyatakan keprihatinan mendalam atas rencana impor seratus lima ribu unit mobil pikap dari India dengan nilai transaksi sekitar dua puluh empat koma enam enam triliun rupiah.
Kebijakan tersebut menimbulkan pertanyaan besar di tengah kondisi industri otomotif nasional yang masih memiliki kapasitas produksi memadai.
Industri otomotif merupakan sektor strategis nasional dengan rantai pasok luas yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar serta melibatkan ribuan perusahaan komponen dan usaha kecil menengah.
Jika kapasitas produksi nasional mencukupi maka kebijakan impor dalam jumlah besar berpotensi mengurangi kesempatan kerja dan menekan produktivitas industri dalam negeri.
Dampak kebijakan ini tidak hanya dirasakan oleh pekerja pabrikan melainkan juga oleh pekerja di sektor komponen logistik dan usaha kecil menengah yang menjadi vendor.
Pemerintah perlu menjelaskan secara terbuka urgensi dan dasar perhitungan ekonomi dari kebijakan impor tersebut.
ASPIRASI menyarankan pemerintah mengutamakan produk dalam negeri dalam setiap pengadaan berskala besar.
Pemerintah juga harus memastikan kebijakan perdagangan tidak mengorbankan tenaga kerja nasional.
Selain itu perlu melibatkan perwakilan serikat pekerja dalam dialog kebijakan industri strategis.
Sebagai organisasi pekerja nasional ASPIRASI berkomitmen mengawal kebijakan ini demi menjaga keberlangsungan industri nasional dan perlindungan tenaga kerja Indonesia.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

