
Repelita Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini menilai kasus keracunan massal pada program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Grobogan dan Mojokerto mencerminkan kelemahan pengawasan yang dilakukan Badan Gizi Nasional.
Menurutnya Badan Gizi Nasional tidak optimal dalam memantau pelaksanaan standar operasional prosedur sehingga terjadi kecolongan berulang meskipun telah menetapkan target zero accident pada tahun 2026.
Politikus Partai Golkar itu menyampaikan keprihatinan mendalam atas ratusan siswa yang menjadi korban keracunan makanan dalam program tersebut.
Yahya Zaini mendesak Badan Gizi Nasional untuk menjatuhkan sanksi pemberhentian sementara terhadap kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau dapur program Makan Bergizi Gratis yang terbukti lalai menjalankan prosedur.
Ia menekankan bahwa sanksi tegas harus diberikan kepada SPPG yang tidak melaksanakan standar operasional prosedur dengan baik agar kejadian serupa tidak terulang.
Yahya Zaini juga mendorong Badan Gizi Nasional untuk memperketat pengawasan dengan melibatkan Kementerian Kesehatan serta dinas kesehatan di daerah setempat.
Menurutnya koordinasi antar kementerian dan lembaga dalam pengawasan program Makan Bergizi Gratis masih sangat lemah sehingga perlu diperbaiki segera.
Ia mengusulkan agar Badan Gizi Nasional mengadakan pertemuan rutin setiap bulan dengan SPPG guna meningkatkan kewaspadaan dan kedisiplinan pelaksana.
Pertemuan tersebut dapat dilakukan secara regional agar lebih efektif dan mudah diikuti oleh semua pihak terkait.
Tempo telah menghubungi Wakil Ketua Badan Gizi Nasional Nanik S. Deyang untuk memperoleh konfirmasi serta tanggapan resmi terkait kasus keracunan tersebut namun belum mendapat respons hingga kini.
Kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis terjadi di beberapa wilayah termasuk Mojokerto dan Grobogan dengan jumlah korban yang cukup signifikan.
Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa menyatakan bahwa total korban keracunan dari menu soto ayam mencapai empat ratus sebelas orang.
Sementara di Kabupaten Grobogan sebanyak delapan ratus tiga orang siswa diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu ayam dalam program yang sama.
Editor: 91224 R-ID Elok

