
Repelita Jakarta - Jagat maya kembali digemparkan oleh ulah seorang kepala desa di Kabupaten Bangka Barat Kepulauan Bangka Belitung yang mendatangi dan memarahi warganya sendiri karena kritik di media sosial terkait menu program Makan Bergizi Gratis.
Peristiwa tersebut bermula ketika warga bernama Dewi mengunggah postingan mengenai menu MBG yang diterima anaknya di Desa Pangek Kecamatan Simpang Teritip.
Dewi menyatakan tujuan unggahannya adalah memberikan kritik konstruktif agar menu yang disajikan lebih beragam dan tidak monoton sehingga lebih disukai anak-anak.
Namun kritik itu justru memicu respons keras dari Kepala Desa Pangek Sarmin yang menggunakan sepeda motor dinas mendatangi rumah Dewi dan memarahinya di depan warga lain.
Dewi mengungkapkan bahwa ia tidak menyangka postingan sederhana itu berujung pada kedatangan kepala desa yang marah-marah bahkan diduga mengancam akan mengusirnya dari desa jika masih memposting kritik serupa di media sosial.
Saat dikonfirmasi Sarmin tidak menyangkal bahwa ia mendatangi Dewi dengan nada bicara keras namun membela tindakannya sebagai upaya menjaga kondusivitas desa agar tidak terjadi kegaduhan akibat opini di media sosial.
Ia menyatakan bahwa teguran dilakukan sedikit keras demi mencegah potensi keributan di lingkungan desa.
Berbeda dengan respons kepala desa pihak penyedia makanan justru menyambut kritik tersebut dengan sikap terbuka dan tidak mempermasalahkan postingan warga.
Kepala SPPG Giantara Berkah Abadi Pangek Auliyaq menyampaikan bahwa pihaknya tidak keberatan dengan kritik melalui media sosial asalkan ada masukan atau saran bisa langsung disampaikan ke dapur agar segera diperbaiki.
Kasus ini menjadi sorotan karena menunjukkan ketegangan antara kebebasan berpendapat warga melalui media sosial dengan sikap oknum kepala desa yang merasa terganggu atas kritik terkait program pemerintah.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis dua puluh dua Januari dua ribu dua puluh enam dan terus menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

