Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Rizal Fadillah Tuduh Pratikno Konspirator Utama Skandal Ijazah Palsu Jokowi

Repelita Solo - Kedatangan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno ke rumah pribadi mantan Presiden Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah, menjadi pusat perhatian masyarakat.

Pertemuan yang dilakukan secara tertutup selama hampir satu jam tersebut langsung memunculkan berbagai interpretasi politik.

Pengamat politik Rizal Fadillah menilai kunjungan itu penuh dengan muatan strategis dan tidak dapat dipandang sebelah mata.

Ia menekankan bahwa Pratikno datang dengan cara yang tergesa serta menghindari sorotan awak media.

Apakah inisiatif pribadi atau atas panggilan, hal tersebut tidak menjadi fokus utama.

Yang paling menonjol adalah hubungan panjang yang telah terjalin antara kedua tokoh tersebut.

Rizal menyatakan bahwa pertemuan itu memperlihatkan adanya kerja sama yang mendalam, bahkan hingga tingkat perencanaan bersama.

Kunjungan tersebut justru memperkuat prasangka publik mengenai peran Pratikno dalam kembali bergulirnya polemik ijazah Joko Widodo.

Masyarakat telah lama mencurigai keterlibatan signifikan dari Pratikno dalam perkara ini.

Ketika ditanya wartawan tentang dugaan keterlibatannya, termasuk sebagai perancang utama, Pratikno menyarankan untuk mengajukan pertanyaan kepada institusi terkait.

Namun, respons dari Universitas Gadjah Mada dinilai kurang transparan dan cenderung menyembunyikan banyak fakta.

Rektor UGM Ova Emilia menyatakan bahwa ijazah berada pada pihak yang bersangkutan.

Pertanyaan mengenai keaslian ijazah serta bukti kelulusan yang memadai tidak mendapatkan jawaban memuaskan dari kampus.

Sikap tersebut dianggap sebagai pengkhianatan terhadap integritas akademik.

Rizal juga menghubungkan isu ini dengan berbagai kejadian lain yang melibatkan nama-nama tertentu.

Fenomena di Pasar Pramuka, aktivitas saat pendaftaran di lembaga pemilu, serta keterkaitan Pratikno sebagai tim sukses Joko Widodo sejak pemilihan walikota terus menjadi sorotan.

Aparat penegak hukum hingga kini belum menunjukkan langkah konkret dalam menyelesaikan kasus yang telah berlangsung lama.

Usulan untuk memeriksa tokoh kunci yang mendapat posisi menteri di era Joko Widodo dan dilanjutkan di kabinet saat ini tampaknya sulit direalisasikan oleh kepolisian.

Hubungan erat antara Pratikno dan Joko Widodo telah terbangun selama satu dekade penuh.

Sebagai mantan Menteri Sekretaris Negara, Pratikno berperan sebagai pendamping utama Joko Widodo hingga masa jabatan berakhir.

Dugaan penyalahgunaan wewenang juga dialamatkan pada kepemilikan aset Pratikno berupa rumah luas di Colomadu.

Pengaruh Pratikno di lingkungan Universitas Gadjah Mada sebagai Ketua Majelis Wali Amanat dan mantan rektor dinilai sangat kuat.

Ia diduga turut berperan dalam proses pemilihan rektor-rektor berikutnya seperti Panut Mulyono dan Ova Emilia.

Nama Pratikno juga dikaitkan dengan beberapa kontroversi nasional lainnya.

Ia disebut sebagai penghubung dalam proses perubahan batas usia yang memungkinkan Gibran Rakabuming Raka maju sebagai wakil presiden melalui putusan Mahkamah Konstitusi.

Keterlibatan dalam kasus korupsi proyek BTS 4G serta posisi sebagai otak di balik skenario ijazah juga terus diungkap.

Pertemuan rahasia di Solo semakin memicu kecurigaan akan adanya strategi politik untuk menghadapi tekanan terkait ijazah.

Pratikno dianggap sangat memahami seluk-beluk pola yang telah dirancang sejak awal.

Tokoh yang sebelumnya tampil pasif kini terpaksa muncul ke publik karena tekanan isu.

Sulit untuk menepis tuduhan bahwa Pratikno merupakan figur penentu dalam skandal tersebut.

Oleh sebab itu, desakan agar kepolisian memeriksa Pratikno secara resmi terus disuarakan.

Tanpa pemeriksaan tersebut, rantai bukti akan tetap terputus dan memberikan keuntungan bagi pihak tertentu.

Hubungan antara Pratikno dan Joko Widodo digambarkan sebagai ikatan yang abadi dalam menyimpan rahasia bersama.

Kunjungan ke Solo bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan upaya membentuk kesepakatan baru untuk saling melindungi.

Pratikno dinilai bukan lagi seorang akademisi murni, melainkan politikus yang menggunakan segala cara untuk mencapai tujuan.

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved