Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Nyawa Khamenei diincar, Presiden Iran langsung ultimatum perang

 

Repelita Teheran - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengeluarkan peringatan keras bahwa serangan terhadap Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei akan dianggap sebagai deklarasi perang penuh terhadap Republik Islam Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian di tengah spekulasi luas bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump sedang mempertimbangkan opsi pembunuhan atau penggulingan Khamenei dari kekuasaan.

Serangan terhadap pemimpin besar negara kami setara dengan perang skala penuh melawan bangsa Iran tulis Pezeshkian melalui akun X pada Minggu 18 Januari 2026.

Ia juga menuding Amerika Serikat sebagai penyebab utama gelombang protes besar-besaran yang melanda Iran selama dua pekan terakhir dan menewaskan ribuan demonstran.

Jika ada kesulitan dan tekanan dalam kehidupan rakyat Iran yang kami cintai salah satu penyebab utamanya adalah permusuhan berkepanjangan serta sanksi tidak manusiawi yang dijatuhkan oleh pemerintah AS dan sekutunya kata Pezeshkian.

Sebelumnya Trump secara terbuka menyebut Khamenei sebagai pemimpin yang sakit dan menyerukan berakhirnya kekuasaan hampir empat dekade sang pemimpin tertinggi Iran.

Gelombang kerusuhan terbaru di Iran bermula pada tanggal dua puluh delapan Desember dua ribu dua puluh lima yang dimulai dari Teheran kemudian menyebar ke berbagai kota di seluruh negeri.

Aksi demonstrasi awalnya dipicu oleh kemarahan atas inflasi melonjak nilai mata uang anjlok serta kesulitan ekonomi yang semakin parah.

Protes yang semula berfokus pada isu biaya hidup dengan cepat berubah menjadi gerakan anti-pemerintah yang lebih luas dengan tuntutan perubahan rezim.

Seiring membesarnya demonstrasi otoritas Iran pada tanggal delapan Januari dua ribu dua puluh enam memberlakukan pemadaman internet dan telepon hampir total di seluruh wilayah.

Langkah tersebut memutus akses komunikasi global bagi mayoritas warga Iran.

Pada Selasa tanggal dua belas Januari dua ribu dua puluh enam Trump secara terbuka mendorong rakyat Iran untuk terus berunjuk rasa dan mengambil alih institusi negara.

Ia menyatakan bahwa bantuan sedang dalam perjalanan di tengah laporan bahwa serangan militer terhadap Iran akan segera dilancarkan.

Pada Rabu tanggal tiga belas Januari dua ribu dua puluh enam Amerika Serikat disebut hampir melancarkan serangan militer ke Iran.

Rencana tersebut akhirnya ditunda setelah Trump memutuskan menghentikan langkah itu di tengah tekanan diplomatik dan regional yang meningkat.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu disebut memperingatkan Trump bahwa Israel belum siap menghadapi serangan balasan dari Iran.

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman juga meminta Trump menahan diri karena khawatir atas dampak ketidakstabilan di kawasan.

Situasinya benar-benar sangat dekat kata seorang pejabat AS.

Pada Jumat Trump melalui media sosial mengklaim bahwa Teheran telah membatalkan rencana eksekusi terhadap delapan ratus orang termasuk demonstran pertama yang dijatuhi hukuman mati sejak kerusuhan dimulai.

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved