Repelita Jakarta - Rizal Fadillah mengungkapkan keretakan internal di tubuh Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) pasca kunjungan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis ke kediaman mantan Presiden Joko Widodo di Solo.
Rizal menilai klarifikasi yang diberikan Eggi Sudjana terlambat dan justru menempatkannya pada posisi yang sulit secara politik.
“Klarifikasi jangan terlalu lama karena itu dapat membuat Eggi di simpang jalan yakni antara tuduhan pengkhianatan atau pemulihan kepercayaan,” ujar Rizal kepada fajar.co.id, Jumat (16/1/2026).
Ia menyoroti Pernyataan Sikap Ketua Umum TPUA yang tiba-tiba muncul dan menyebar pada 12 Januari 2026, yang berisi pemecatan sejumlah pengurus.
“Pada 12 Januari, tiba-tiba sore hari muncul dan tersebar Pernyataan Sikap Ketum TPUA yang menyebut dirinya BES (Bang Eggy Sudjana) yang isi utamanya memecat beberapa orang dari pengurus dan rekanan TPUA atas dasar hak prerogatif Ketua Umum,” ungkapnya.
Rizal termasuk dalam daftar yang dipecat, bersama Azzam Khan, Muslim Arbi, Izmar, Kurnia Rayani, dan Rustam Effendi.
Menurutnya, pemecatan ini justru menjadi bukti bahwa kunjungan ke Solo adalah inisiatif pribadi Eggi dan Damai, bukan agenda resmi TPUA.
“Klarifikasi awal adalah bahwa memang pertemuan Solo dengan Jokowi merupakan inisiatif sendiri atau berdua, bukan TPUA karena Tim nyatanya dibantai dengan pemecatan,” tegasnya.
Ia membantah klaim bahwa kunjungan tersebut merupakan kelanjutan dari pertemuan TPUA dengan Jokowi pada April 2025.
“Sowan Jokowi sebagai pertemuan kedua atas pertemuan TPUA 16 April 2025 lalu mengada-ada dan hanya karangan alasan. Beda misi dan cara dengan yang dulu, bro,” katanya.
Rizal juga mengkritik keras penggunaan analogi kisah Nabi Musa dan Harun oleh Eggi dalam konteks pertemuan ini, yang dinilainya sebagai bentuk penistaan agama.
“Itu menista ayat. Kedua utusan Allah itu membawa misi pembebasan kaum tertindas fa arsil ma'anaa banii isrooil bukan kepentingan pribadi apalagi untuk menerapkan restorative justice,” Rizal menuturkan.
Ia menilai polemik ini justru memperburuk situasi dan menyulitkan upaya klarifikasi lebih lanjut.
“Sowan ke Jokowi kemarin adalah fitnah. Terbayang akan sulit untuk klarifikasi selain tembak sana tembak sini. Pecat sana dan pecat sini,” katanya.
Sebagai nasihat, Rizal mendorong Eggi untuk lebih fokus pada penyembuhan kesehatan dan pendekatan spiritual.
“Bang Eggy Sudjana (BES) sebaiknya fokus saja pada penyembuhan sakit, lebih mendekat diri pada Allah, lepaskan dunia yang tidak pernah memuaskan, serta waspada akan akhir yang buruk (su'ul khotimah),” terangnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

