
Repelita Jakarta - Nama Noe Letto kembali ramai dibicarakan di media sosial setelah ia resmi dilantik menjadi Tenaga Ahli Madya di Dewan Pertahanan Nasional pada 15 Januari 2026.
Pelantikan dilakukan langsung oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan menempatkan Noe Letto di kedeputian bidang geoekonomi geopolitik serta geostrategi.
Tugas utamanya adalah menganalisis tren ekonomi global peta kekuatan politik dunia serta dinamika hubungan antarnegara yang berpengaruh terhadap kepentingan nasional Indonesia.
Ia juga bertanggung jawab membantu merumuskan strategi jangka panjang di sektor pertahanan dan keamanan dengan mempertimbangkan faktor geografis serta ancaman potensial yang mungkin timbul.
Pengangkatan ini termasuk dalam pembentukan tim 12 tenaga ahli lintas disiplin sesuai Keputusan Ketua Harian Dewan Pertahanan Nasional Nomor KEP/3/KH/X/2025.
Sorotan publik kini tertuju pada latar belakang pendidikan Noe Letto yang menjadi pertanyaan banyak orang.
Ia menempuh pendidikan dasar dan menengah pertama di Lampung kemudian melanjutkan SMA di SMA Negeri 7 Yogyakarta.
Pada tahun 1997 Noe Letto melanjutkan studi ke Universitas Alberta Kanada dan berhasil meraih gelar Bachelor of Science dengan mengambil dua jurusan sekaligus yaitu Matematika dan Fisika.
Alasan pemilihan jurusan itu karena ia lebih menyukai pemahaman konsep mendalam daripada menghafal materi secara berulang sehingga ilmu yang didapat bisa bertahan seumur hidup.
Sebagai anak pertama dari Emha Ainun Nadjib dan Neneng Suryaningsih Noe Letto dikenal memiliki pandangan kritis terhadap teknologi dan isu kedaulatan data yang dianggap relevan dengan peran strategis barunya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

