
Repelita Damaskus - Latifa al-Droubi, yang mendampingi Ahmed al-Sharaa sebagai Ibu Negara Suriah, berasal dari keluarga yang memiliki akar sejarah dan politik yang sangat mendalam di wilayah tersebut.
Ia dilahirkan pada tahun 1984 di sebuah kawasan bernama Al-Qaryatayn yang terletak di dalam wilayah administratif Provinsi Homs.
Silsilah keluarganya terhubung dengan tokoh-tokoh penting yang pernah memainkan peran sentral dalam percaturan politik Suriah dan kekaisaran Ottoman sebelumnya.
Kakek buyutnya, Ala al-Din al-Droubi, dikenal sebagai seorang dokter pribadi yang melayani Sultan Abdul Hamid II dari Kesultanan Utsmaniyah.
Lebih dari itu, Ala al-Din al-Droubi juga pernah memegang jabatan tinggi sebagai Perdana Menteri Suriah meskipun dalam periode yang sangat singkat pada tahun 1920.
Keluarga besar al-Droubi juga melahirkan figur-figur terpandang lainnya seperti Sheikh Abdul Ghaffar al-Droubi yang terkenal sebagai seorang qari Al-Qur'an yang disegani.
Pertemuan antara Latifa dengan Ahmed al-Sharaa terjadi di bangku kuliah saat mereka sama-sama menuntut ilmu di Universitas Damaskus.
Ikatan pernikahan mereka akhirnya disahkan pada tahun 2012 dan telah dikaruniai tiga orang anak dari pernikahan tersebut.
Di bidang pendidikan, Latifa berhasil menyelesaikan studi magister dalam bidang Bahasa dan Sastra Arab dengan hasil yang memuaskan.
Pada bulan September 2025, ia menarik perhatian publik dengan menghadiri prosesi wisudanya di Universitas Idlib yang didampingi secara langsung oleh suaminya.
Selama bertahun-tahun konflik berkecamuk di Suriah, Latifa memilih untuk menjalani kehidupan yang sangat tertutup dan berpindah-pindah tempat tinggal demi alasan keamanan.
Kehidupan yang rendah profil tersebut ia jalani sebelum akhirnya tampil di hadapan publik setelah suaminya resmi memegang tampuk kepemimpinan negara.
Penampilan perdana di panggung internasional dilakukannya pada awal tahun 2025 melalui kunjungan resmi ke Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah umrah.
Kunjungan tersebut dilanjutkan dengan perjalanan diplomatik ke Turki untuk bertemu dengan Ibu Negara negara setempat, Emine Erdoğan.
Sebagai Ibu Negara, ia telah menyatakan komitmennya untuk fokus pada berbagai isu kemanusiaan yang mendesak.
Agenda utamanya mencakup upaya pemberdayaan perempuan serta peningkatan kualitas pendidikan bagi generasi muda Suriah.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

