Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Dulu megah kini jadi artefak, proyek mercusuar Ridwan Kamil di Sumedang dikritik: Itu duit rakyat

 Dulu Megah Kini Jadi 'Artefak', Proyek Mercusuar Ridwan Kamil di Sumedang  Dikritik: Itu Duit Rakyat - Tribunjabar.id

Repelita Sumedang - Beberapa bangunan ikonik yang dibangun pada masa kepemimpinan Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jawa Barat kini menuai kritik tajam karena dinilai kurang memiliki konsep keberlanjutan dan mulai terabaikan.

Pengamat dari Perkumpulan Inisiatif Bandung Nandang Suherman menekankan bahwa kritik masyarakat saat ini seharusnya difokuskan pada pertanggungjawaban kebijakan pembangunan bukan pada aspek pribadi Ridwan Kamil.

Ia membandingkan pendekatan pembangunan era Ridwan Kamil yang cenderung menonjolkan proyek fisik artistik atau mercusuar dengan era kepemimpinan saat ini yang lebih mengutamakan perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan.

Bangunan-bangunan yang menjadi sorotan meliputi Masjid Raya Al-Kamil di kawasan Jatigede Menara Kujang Sapasang Gedung Kreatif di Sumedang Kota serta Geotheater di Rancakalong.

Sorotan paling keras tertuju pada Masjid Al-Kamil dan Menara Kujang Sapasang di Jatigede yang sempat diklaim memiliki ambisi menyaingi Menara Eiffel Paris.

Namun Nandang mengungkapkan bahwa kenyataan di lapangan menunjukkan jemaah salat di masjid tersebut tidak sampai satu saf penuh.

Ia menilai bangunan-bangunan itu kini hampir menjadi artefak karena tidak diupayakan untuk dihidupkan dan dimanfaatkan secara maksimal.

Gedung Kreatif yang dulu dibuka dengan sangat meriah kini kondisinya dinilai memprihatinkan dan tidak lagi mencerminkan semangat kreativitas awal.

Nandang menegaskan bahwa proyek tersebut lebih lahir dari kehendak pejabat daripada aspirasi masyarakat sehingga sulit bertahan lama.

Karena seluruh proyek dibiayai menggunakan anggaran daerah Nandang mengingatkan pemerintah untuk tidak melepaskan tanggung jawab moral terhadap dana publik.

Ia meminta adanya evaluasi menyeluruh serta langkah konkret agar bangunan-bangunan tersebut kembali berfungsi dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir membantah anggapan bahwa bangunan-bangunan ikonik tersebut terbengkalai dan tidak dimanfaatkan.

Menurutnya penilaian tersebut tidak mencerminkan kondisi terkini di lapangan dan mungkin didasarkan pada kunjungan terbatas pada September 2025.

Dony menjelaskan bahwa Gedung Kreatif justru menunjukkan pemanfaatan tinggi dengan aktivitas hampir setiap hari dan sering kali penuh hingga harus menunggu daftar antrean.

Ia mencontohkan banyak sekolah seperti SMAN 1 Sumedang yang rutin menggunakan gedung tersebut untuk berbagai kegiatan.

Geotheater Rancakalong telah berkembang menjadi pusat kegiatan budaya rutin setiap akhir pekan melalui program Ekosistem Budaya Kasumedangan yang sudah memasuki edisi kesepuluh.

Dony menyatakan kawasan tersebut sering dikunjungi wisatawan dan bahkan duta besar Indonesia untuk Kuwait pernah hadir.

Pemerintah daerah telah melakukan perbaikan pendukung seperti pelebaran akses jalan hingga bus dapat masuk serta penambahan penerangan jalan umum.

Kawasan Kujang Sapasang saat ini sedang dalam proses seleksi pengelola baru setelah kontrak pengelola sebelumnya berakhir.

Bupati Dony menegaskan komitmen pemerintah kabupaten untuk memastikan seluruh aset publik yang telah dibangun tetap berfungsi dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved