
Repelita Jakarta - Wacana pengembalian pemilihan kepala daerah seperti gubernur, bupati, dan wali kota melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kembali mengemuka dengan dukungan dari sejumlah partai politik besar.
Partai Gerindra, Golkar, Partai Amanat Nasional, serta Nasional Demokrat secara terbuka menyatakan simpati terhadap ide tersebut.
Pemerintah menganggap mekanisme ini dapat memangkas pengeluaran politik yang selama ini membengkak.
Namun anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Fraksi Partai Demokrat Benny Kabur Harman menolak keras usulan tersebut.
Ia menilai pemilihan tidak langsung justru tidak menyentuh akar masalah demokrasi di tingkat lokal.
Praktik politik uang, mahalnya biaya kampanye, serta kurangnya netralitas aparatur sipil negara diprediksi tetap bertahan.
Benny menyatakan bahwa kembali ke sistem DPRD bukan jawaban tepat atas berbagai kendala Pilkada saat ini.
Solusi yang diperlukan adalah penyempurnaan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah secara komprehensif.
Norma hukum harus dirumuskan lebih tegas dengan sanksi yang berat bagi setiap pelanggaran.
Untuk mengatasi tingginya biaya politik, negara seharusnya bertanggung jawab penuh atas pembiayaan penyelenggaraan Pilkada.
Alasan keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi dalih untuk mencabut hak rakyat memilih pemimpin secara langsung.
Benny menegaskan bahwa tujuan utama demokrasi adalah menghasilkan pemimpin berkualitas demi kesejahteraan masyarakat.
Penghematan anggaran tidak boleh mengorbankan prinsip dasar pemilihan langsung.
Ia mengajak seluruh elemen bangsa tetap semangat memperjuangkan politik yang berpihak pada rakyat.
Politik hendaknya dijalankan dengan penuh optimisme dan kegembiraan.
Wacana ini semakin kuat setelah mendapat dorongan dari Presiden Prabowo Subianto.
Beberapa partai pendukung pemerintah ikut menyuarakan hal serupa.
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia bahkan secara langsung mengusulkan pemilihan melalui DPRD di depan Presiden Prabowo Subianto serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat peringatan hari ulang tahun partai tersebut akhir tahun lalu.
Perdebatan ini terus menjadi sorotan publik di tengah persiapan penyelenggaraan Pilkada mendatang.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

