Repelita Jakarta – Dokter Tifa, seorang pegiat media sosial, kembali menjadi sorotan publik setelah mengkritik kehadiran mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di pemakaman Paus Fransiskus. Dalam unggahannya, Tifa menyindir Jokowi sebagai "finalis koruptor dunia" yang hadir di acara tersebut.
Sindiran ini merujuk pada masuknya Jokowi dalam daftar finalis "Person of the Year 2024" versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) kategori kejahatan organisasi dan korupsi. Tifa menilai bahwa kehadiran Jokowi di pemakaman Paus Fransiskus sebagai utusan Indonesia menunjukkan ironi, mengingat reputasinya yang tengah dipertanyakan terkait isu korupsi.
Sebelumnya, Jokowi telah membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai fitnah tanpa bukti yang jelas. Namun, sindiran Tifa kembali memicu perdebatan di kalangan warganet, dengan sebagian mendukung kritik tersebut dan lainnya mempertanyakan relevansi komentar tersebut terhadap acara keagamaan internasional.
Kritik terhadap Jokowi juga datang dari berbagai pihak, termasuk Gus Umar Hasibuan, kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang mempertanyakan motif Jokowi hadir di pemakaman tersebut. Gus Umar menyebut bahwa Jokowi seharusnya tidak perlu hadir jika hanya untuk mencari perhatian.
Sementara itu, Jokowi tetap menjalankan tugas diplomatiknya sebagai utusan khusus Presiden Prabowo Subianto dalam acara tersebut. Ia menyampaikan pesan belasungkawa dari pemerintah Indonesia atas wafatnya Paus Fransiskus.
Kehadiran Jokowi di pemakaman Paus Fransiskus menunjukkan bahwa Indonesia menghormati tokoh agama dunia, meskipun hal tersebut memicu berbagai reaksi dari masyarakat. Perdebatan ini mencerminkan dinamika politik dan sosial yang terjadi pasca kepemimpinan Jokowi.
Dokter Tifa, yang dikenal aktif mengkritik pemerintah, sebelumnya juga menyoroti dugaan ijazah palsu Jokowi. Ia menantang Jokowi untuk menunjukkan ijazah aslinya di pengadilan. Tifa menyambut baik jika dirinya dilaporkan terkait tuduhan tersebut, dan menyatakan siap menghadapi proses hukum yang ada.
Perdebatan mengenai kehadiran Jokowi di pemakaman Paus Fransiskus menunjukkan bahwa isu politik dan sosial masih menjadi perhatian utama masyarakat Indonesia. Kritik dan dukungan terhadap tindakan Jokowi mencerminkan beragam pandangan yang ada di tengah masyarakat.
Sementara itu, Jokowi tetap fokus pada tugas diplomatiknya dan berharap agar hubungan Indonesia dengan negara-negara lain tetap harmonis. Ia juga berharap agar masyarakat dapat menghormati keputusan-keputusan yang diambil demi kepentingan bersama.
Perkembangan selanjutnya mengenai isu ini akan terus dipantau, mengingat dampaknya terhadap citra politik dan sosial di Indonesia. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok