Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Presiden Prabowo Pertimbangkan Reshuffle Kabinet Terkait Menteri Terafiliasi Geng Solo

 Menteri Terafiliasi Geng Solo Siap-siap Direshuffle<i>!</i>

Repelita Jakarta – Isu perombakan kabinet kembali menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto dikabarkan mempertimbangkan reshuffle besar-besaran terhadap jajaran menteri.

Kelompok yang disebut akan terdampak adalah para menteri yang memiliki kedekatan dengan mantan Presiden Joko Widodo, yang populer dengan sebutan "Geng Solo".

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai keberadaan menteri-menteri ini berpotensi menimbulkan dualisme kepemimpinan dalam pemerintahan.

Menurut Ritonga, kondisi tersebut dapat mengganggu stabilitas politik dan efektivitas kerja kabinet Presiden Prabowo.

Beberapa nama yang disebut tergabung dalam kelompok ini antara lain Budi Arie Setiadi, Budi Gunadi Sadikin, dan Sakti Wahyu Trenggono, yang sebelumnya dikenal sebagai loyalis Jokowi dan menyebut mantan Presiden sebagai "bos" mereka pasca-Idul Fitri 2025.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian juga disebut memiliki kedekatan dengan "Geng Solo".

Hal ini menambah daftar menteri yang dianggap tidak sepenuhnya loyal kepada Presiden Prabowo, sehingga reshuffle dianggap perlu oleh sebagian pihak.

Ritonga menekankan, apabila menteri-menteri yang terafiliasi dengan "Geng Solo" tidak segera direshuffle, hal tersebut dapat menjadi ancaman politik bagi pemerintahan Prabowo.

Keberadaan mereka berpotensi menciptakan ketidakharmonisan dalam kabinet dan menghambat jalannya pemerintahan.

Hingga kini, Presiden Prabowo Subianto belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana reshuffle kabinet.

Sejumlah sumber internal Istana menyebutkan perombakan kabinet sedang dipertimbangkan untuk memperkuat stabilitas pemerintahan dan memastikan loyalitas para pembantu Presiden.

Isu reshuffle ini juga mendapat perhatian dari berbagai kalangan, termasuk aktivis dan pengamat politik, yang berharap reshuffle dilakukan secara transparan dan berdasarkan kinerja, bukan sekadar afiliasi politik.

Dalam konteks tersebut, Presiden Prabowo diharapkan mempertimbangkan berbagai faktor sebelum mengambil keputusan reshuffle, termasuk loyalitas politik, kinerja, dan integritas menteri.

Jika reshuffle benar-benar dilaksanakan, langkah ini bisa menjadi strategi untuk memperkuat tim kerja Presiden Prabowo dan memastikan pemerintahan berjalan sesuai visi dan misi.

Namun, proses reshuffle harus dijalankan hati-hati agar tidak menimbulkan kegaduhan politik yang mengganggu stabilitas pemerintahan.

Konsolidasi politik dan komunikasi efektif dengan berbagai pihak akan menjadi kunci dalam proses reshuffle ini.

"Solo Gang" atau "Geng Solo" merupakan sebutan bagi pejabat yang memiliki kedekatan dengan mantan Presiden Jokowi, khususnya dari Surakarta, yang memiliki jaringan kuat di berbagai lembaga pemerintahan.

Keberadaan kelompok ini dalam kabinet Prabowo menjadi sorotan karena dinilai dapat mempengaruhi arah kebijakan dan keputusan penting pemerintahan.

Dalam menghadapi dinamika politik seperti ini, Presiden Prabowo dituntut menjaga keseimbangan antara loyalitas politik dan profesionalisme dalam memilih pembantunya.

Keputusan reshuffle kabinet harus didasarkan pada pertimbangan matang demi kepentingan bangsa dan negara.

Dengan demikian, isu reshuffle kabinet dan eksistensi "Geng Solo" menjadi perhatian utama dalam politik Indonesia saat ini, dengan langkah strategis dan keputusan bijak Presiden Prabowo menentukan arah dan stabilitas pemerintahan ke depan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved