Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

"Gerindra Rangkul Jumhur Hidayat dan Syahganda Nainggolan, Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran"

 Inilah sosok Jumhur Hidayat (kiri) dan Syahganda Nainggolan (kanan) dikenal kerap serang Jokowi, kini dirangkul Gerindra dukung pemerintahan Prabowo (Handout)

Repelita Jakarta - Rekam jejak Jumhur Hidayat dan Syahganda Nainggolan yang selama ini dikenal sering menyerang kebijakan mantan Presiden Joko Widodo kini menjadi perhatian setelah keduanya dirangkul oleh Partai Gerindra untuk mendukung pemerintahan Prabowo Subianto.

Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menyampaikan hal ini dalam acara yang digelar oleh KSPSI dan Sabang-Merauke Circle dengan tema "Pembangunan Indonesia 2025: Harapan dan Tantangan" di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

Dasco menyebut pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang baru menjabat kurang dari 100 hari sudah menghadapi sejumlah gangguan kecil yang cukup mengganggu. Namun, ia tidak merinci lebih jauh mengenai bentuk gangguan tersebut.

"Dalam pemerintahan yang kurang dari 100 hari sudah banyak hal-hal yang namanya juga belum 100 hari. Sudah banyak kemudian gangguan-gangguan, walaupun kecil juga lumayan mengganggu," kata Dasco.

Ia kemudian meminta para aktivis, termasuk Jumhur Hidayat dan Syahganda Nainggolan, untuk mendukung pemerintahan Prabowo demi kepentingan rakyat banyak. "Dan itu tentunya kami minta dukungan kepada rekan-rekan sekalian. Hal-hal kecil yang akan dibuat oleh Presiden untuk kepentingan rakyat banyak ini tolong dikawal," ujarnya.

Permintaan tersebut disambut dengan antusias oleh para peserta yang hadir dalam acara itu. "Siap," jawab peserta secara serempak.

Jumhur Hidayat dan Syahganda Nainggolan sebelumnya dikenal sebagai petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Keduanya pernah terjerat kasus hukum terkait hasutan dan ujaran kebencian yang dinilai memicu aksi anarkis dalam unjuk rasa UU Cipta Kerja di era pemerintahan Jokowi. Perbuatan mereka dinyatakan melanggar UU ITE dan disebut telah mengganggu stabilitas nasional.

Syahganda sering melontarkan kritik tajam terhadap Jokowi, bahkan pernah meminta mantan presiden itu diadili atas berbagai kebijakan yang dianggap menyengsarakan rakyat. Sementara Jumhur mengkritik keras UU Cipta Kerja dengan menyebut kebijakan tersebut hanya menguntungkan investor dan pengusaha besar.

Dalam acara itu, Dasco juga menyinggung pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai realitas politik yang tidak dapat dipisahkan. Ia meminta para aktivis memaklumi hal tersebut. "Tentunya dalam acara ini kita akan memotret persoalan yang sekaligus membangun optimisme untuk merajut harapan rakyat atas pemerintahan Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka," ujarnya.

"Kenapa saya bilang nggak boleh lepas ini, karena kalau ada Prabowo, ada Gibran. Mohon maaf jangan protes, karena memang begitu realitanya," tambah Dasco.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved