Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Tiyo Ardianto Korban Pembunuhan Karakter: Tuduhan LGBT, Edit AI, Nilep Uang, hingga 'Anak Abah'

Ketua BEM UGM Dituduh LGBT Hingga Sering Nyewa LC

Repelita Jakarta - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada Tiyo Ardianto mengalami tidak hanya teror fisik berupa ancaman penculikan dan pembunuhan melainkan juga pembunuhan karakter melalui penyebaran tuduhan di media sosial.

Tiyo menyatakan bahwa serangan karakter tersebut muncul setelah dirinya aktif mengkritik kebijakan pemerintah termasuk program Makan Bergizi Gratis.

Ia mencatat ada empat tuduhan utama yang disebarkan dan semuanya berasal dari upaya mencari kelemahan pribadi yang akhirnya gagal sehingga diganti dengan rekayasa.

Tiyo menjelaskan tuduhan pertama adalah isu orientasi seksual dengan klaim bahwa dirinya bagian dari kelompok LGBT.

Menurutnya tuduhan itu muncul karena pihak tertentu gagal menemukan informasi tentang pacar perempuannya padahal ia berkomitmen tidak berpacaran saat menjabat.

Tiyo menyatakan “Mereka menyebarkan isu bahwa Ketua BEM UGM itu LGBT. Mereka menyebarkan isu itu yang saya tahu mungkin karena mereka gagal menemukan siapa pacar saya. Persoalannya memang kita ini lagi berkomitmen untuk tidak pacaran. Tapi mohon maaf jangan karena kita tidak punya pacar perempuan terus dikira kita suka laki-laki.”

Tuduhan kedua menurut Tiyo adalah foto hasil editan menggunakan kecerdasan buatan yang menampilkannya bersama LC atau pemandu lagu karaoke dengan tulisan provokatif.

Ia menilai foto tersebut menggelikan dan menjijikkan karena sama sekali tidak mencerminkan kenyataan hidupnya sebagai anak desa yang tidak mengenal dunia tersebut.

Tiyo mengatakan “Ada foto kami yang di-generate by Artificial Intelligence menjadi seseorang muda bersama seorang perempuan sambil megang mic. Tulisannya ‘Tiyo suka nyewa LC'. Ini bagi saya juga menggelikan. Kalau yang awal tadi LGBT menjijikkan. Karena saya ini anak desa yang bahkan tidak paham dunia itu.”

Tuduhan ketiga adalah tudingan menilap uang organisasi yang dengan mudah dibantahnya karena jika benar ia sudah lama diberhentikan dari jabatan Ketua BEM.

Tiyo menegaskan “Kalau saya nilep uang saya sudah lama itu diberhentikan sebagai Ketua BEM UGM. Jadi tidak ada itu nilep-nilep uang.”

Tuduhan keempat bersifat politis dengan klaim bahwa dirinya adalah pendukung Anies Baswedan atau ‘Anak Abah’ karena pernah berfoto bersama capres tersebut.

Tiyo menjelaskan foto itu diambil dalam acara reuni alumni pimpinan BEM UGM di mana Anies hadir sebagai Ketua Senat Mahasiswa tahun 1992 sehingga bersifat hubungan alumni bukan politik.

Ia menyatakan “Karena memang ada foto saya bersama Mas Anies Baswedan. Tapi harap dipahami hubungan saya sama Mas Anies Baswedan bukan hubungan politik tapi hubungan keluarga sebagai alumni karena kami pernah datang reuni alumni pimpinan BEM UGM. Dan Mas Anies datang sebagai Ketua Senat Mahasiswa tahun 1992. Dan itu forum terbuka untuk seluruh alumni BEM UGM.”(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved