
Repelita Medan - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyatakan bahwa organisasi Muhammadiyah menunjukkan komitmen kuat untuk mendukung penuh pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto guna meningkatkan taraf gizi anak-anak bangsa.
Komitmen tersebut dibuktikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan Badan Gizi Nasional yang berlangsung pada peringatan Milad Muhammadiyah ke-112 di Kupang tahun 2024.
Mu'ti menegaskan bahwa Muhammadiyah akan mengerahkan seluruh jaringan yang dimilikinya agar program ini dapat berjalan optimal dan memberikan hasil terbaik bagi generasi muda.
Pernyataan ini disampaikannya saat memberikan sambutan pada acara peresmian Sekolah Penggerak Pendidikan Guru Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara di Medan pada Senin 16 Februari 2026.
Menurut Mu'ti ada dua landasan utama yang mendorong Muhammadiyah memberikan dukungan penuh terhadap program tersebut.
Landasan pertama adalah argumen keagamaan berdasarkan ajaran Al-Quran yang melarang umat meninggalkan keturunan dalam kondisi lemah sehingga justru diwajibkan membesarkan generasi yang kuat dan sehat.
Ia mengutip hadis Rasulullah yang menyatakan bahwa mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah dibandingkan mukmin yang lemah sehingga program gizi menjadi bagian dari upaya memenuhi perintah tersebut.
Landasan kedua menurut Mu'ti adalah pandangan bahwa program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar pengeluaran melainkan bentuk investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
Ia menjelaskan bahwa generasi yang akan menjadi pilar Indonesia Emas 2045 saat ini masih berada di jenjang pendidikan awal mulai dari TK hingga SMA bahkan sebagian masih dalam kandungan ibu hamil.
Mu'ti menekankan bahwa jika gizi sejak dalam kandungan tidak terpenuhi maka risiko stunting dan kekurangan gizi akan muncul sehingga investasi ini diperlukan untuk mencegah dampak buruk jangka panjang.
Lebih dari sekadar pemenuhan nutrisi program ini juga berperan dalam pembentukan karakter anak melalui pembiasaan antre secara tertib menjaga kebersihan serta menjunjung etika dan tata krama sehari-hari.
Mu'ti menambahkan bahwa aspek spiritual juga terbangun melalui kebiasaan berdoa sebelum makan yang dapat ditanamkan dalam pelaksanaan program tersebut. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok

