Repelita Jakarta - Setelah sepuluh tahun memimpin Indonesia Joko Widodo mengira masa pensiunnya akan tenang di Solo bersama keluarga namun kenyataan justru sebaliknya.
Kasus dugaan ijazah palsu yang terus mencuat menjadi pil pahit yang merepotkan kehidupan mantan presiden tersebut.
Pemerhati masalah sosial dan politik Adian Radiatus menyatakan bahwa perkara ini seharusnya tidak perlu terjadi karena Jokowi telah purna tugas sebagai presiden.
Namun kasus ijazah palsu semakin mencuat dan menjadi kisah dilematis sekaligus dramatis di mata publik.
Adian menilai Jokowi tidak menerima adanya pihak yang mempersoalkan keabsahan ijazahnya bahkan secara ekspresif merasa dihina sehina-hinanya hingga menyebut ada orang besar di balik masalah tersebut.
Entah kapan dan bagaimana akhir dari kasus ini selain menyisakan dua kubu pro kontra dalam dimensi kejujuran dan kebohongan kata Adian pada Selasa dua puluh empat Februari dua ribu dua puluh enam.
Menurut Adian urusan legalitas pendidikan Jokowi sebagai sarjana Fakultas Kehutanan UGM justru menjadi bagian paling menyakitkan dalam kehidupannya pasca lengser.
Bahkan Jokowi begitu sewot hingga melaporkan orang-orang yang mempersoalkan ijazahnya tambahnya.
Adian berharap masalah ini tidak boleh terus berkepanjangan karena akan menjadi kisah sangat memprihatinkan bagi seorang mantan presiden.
Kredibilitas bangsa di mata dunia dipertaruhkan ujarnya menekankan dampak luas dari polemik tersebut.
Terakhir Adian menyatakan bahwa apabila Jokowi memang betul-betul negarawan maka sebaiknya perlihatkan secara gamblang ijazah aslinya bukan disembunyikan.
Bukan disembunyikan pungkas Adian menutup pernyataannya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

