Repelita Washington - Rencana perdamaian Gaza yang disusun Board of Peace menempatkan Indonesia sebagai aktor utama dalam tahap stabilisasi keamanan serta rekonstruksi wilayah yang rusak parah akibat konflik berkepanjangan.
Indonesia akan mengerahkan kontribusi signifikan melalui International Stabilization Force ISF yang mencakup penjagaan keamanan pelatihan personel sipil serta pemulihan sarana prasarana dasar di Gaza guna mewujudkan kestabilan kawasan dalam jangka panjang.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia ditunjuk menduduki posisi Wakil Komandan ISF sehingga pasukan Indonesia berada di barisan terdepan upaya perdamaian internasional.
Presiden Prabowo menegaskan pencapaian gencatan senjata merupakan kemajuan nyata yang patut diapresiasi sehingga Indonesia berkomitmen mengirimkan pasukan hingga delapan ribu orang atau lebih jika dibutuhkan seperti yang disampaikannya di Washington DC pada Kamis 19 Februari 2026.
Indonesia akan memimpin penempatan sektor awal di wilayah prioritas termasuk Rafah disertai pelatihan kepolisian sipil profesional serta koordinasi keamanan bersama mitra internasional lainnya.
Selain menjaga keamanan rencana Board of Peace juga menyusun program rekonstruksi bertahap yang ambisius dengan target awal membangun kembali lebih dari seratus ribu rumah di Rafah lengkap dengan pemulihan layanan dasar serta pembersihan sekitar tujuh puluh juta ton puing dan tiga ratus lima puluh kilometer terowongan bawah tanah.
Dalam tahap jangka panjang program ini menargetkan pembangunan lebih dari empat ratus ribu rumah infrastruktur energi air sanitasi jalan pelabuhan hingga bandara serta pengembangan kawasan pesisir untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat Gaza.
Target akhir dari rencana tersebut adalah terbentuknya pemerintahan teknokratik yang dipimpin oleh warga Gaza sendiri didukung institusi publik yang efektif ekonomi mandiri serta lingkungan investasi yang kondusif.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

