
Repelita Jakarta - Dewan Pengurus Pusat Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia menyoroti urgensi menjaga konteks informasi di ruang digital setelah potongan pernyataan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin terkait program Makan Bergizi Gratis kembali viral di media sosial.
BKPRMI mengingatkan bahwa informasi lama yang muncul kembali tanpa konteks yang jelas berpotensi menimbulkan kesalahpahaman luas di masyarakat.
Perkembangan teknologi informasi serta algoritma platform media sosial memungkinkan sebuah pernyataan masa lalu muncul lagi dengan kemasan baru sehingga mudah disalahartikan sebagai isu terkini.
Dalam situasi tertentu pernyataan yang sebenarnya bagian dari diskursus sebelumnya dapat memicu respons emosional jika tidak disertai penjelasan waktu latar belakang maupun maksud awal penyampaian.
Fenomena informasi daur ulang ini menunjukkan perlunya kehati-hatian ekstra dalam menerima dan menyebarkan konten digital karena kecepatan arus informasi sering melampaui proses verifikasi yang memadai.
BKPRMI mengajak seluruh masyarakat khususnya pengguna media sosial untuk melakukan tabayyun digital dengan memeriksa sumber waktu pernyataan serta konteks lengkap sebelum membentuk opini atau membagikannya kembali.
Mereka juga mendorong semua pihak agar mengedepankan etika komunikasi publik yang menyejukkan dan tidak memperkeruh suasana sosial di tengah masyarakat.
Pentingnya literasi digital ditekankan sebagai tanggung jawab bersama dalam menjaga persatuan serta kualitas demokrasi bangsa Indonesia.
Kami mengimbau para pengguna media sosial untuk tidak mudah terprovokasi oleh konten yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman akibat hilangnya konteks informasi kata Ketua Umum BKPRMI Nanang Mubarok melalui keterangannya pada Kamis tanggal 26 Februari 2026.
BKPRMI yakin masyarakat Indonesia memiliki kedewasaan dalam menyikapi informasi secara bijak dan proporsional.
Perbedaan pendapat seharusnya menjadi ruang pembelajaran bersama bukan sumber perpecahan atau konflik sosial.
Sebagai organisasi kepemudaan dan kemasjidan kami berkomitmen terus mendorong ekosistem digital yang sehat beretika dan berorientasi pada persatuan umat serta kemaslahatan bangsa beber Nanang Mubarok.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok.

