
Repelita Washington - Amerika Serikat terus mengeluarkan tuduhan tanpa bukti konkret terhadap Iran terkait pengembangan persenjataan canggih yang dianggap mengancam keamanan regional maupun global.
Presiden Donald Trump dalam pidato kenegaraan menyatakan bahwa Iran telah mengembangkan rudal balistik dengan jangkauan yang mampu mencapai wilayah Eropa pangkalan militer Amerika di Timur Tengah serta daratan Amerika Serikat.
“Mereka telah mengembangkan rudal yang dapat mengancam Eropa dan pangkalan kita di luar negeri dan mereka sedang berupaya membangun rudal yang akan segera mencapai Amerika Serikat” kata Trump pada Selasa 24 Februari 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan tanpa menyertakan bukti teknis atau intelijen yang dapat diverifikasi oleh publik maupun pihak independen.
Trump juga menyebutkan bahwa armada Angkatan Laut Amerika Serikat telah dikerahkan ke kawasan Timur Tengah termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln yang didampingi tiga kapal perusak berpeluru kendali Tomahawk.
Pada akhir Januari 2026 Amerika Serikat mengerahkan kelompok kapal induk kedua yaitu USS Gerald R Ford beserta tiga kapal perusak pengawalnya ke wilayah yang sama.
Satu kapal perusak tambahan ditempatkan di Laut Arab bagian utara sementara satu kapal perusak lainnya sedang dalam perjalanan sehingga total mencapai tiga belas unit kapal perusak di kawasan yang lebih luas.
Kapal-kapal tersebut dilengkapi sistem pertahanan udara canggih guna menghadapi potensi ancaman rudal dari Iran.
Hubungan Amerika Serikat dan Iran semakin memanas sejak kepemimpinan kedua Donald Trump yang ditandai dengan serangkaian tuduhan bahwa Iran sedang mengembangkan senjata nuklir.
Puncak ketegangan terjadi ketika Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap fasilitas penelitian nuklir Iran pada Juni tahun lalu yang menyebabkan kerusakan signifikan.
Pejabat Iran secara konsisten membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa program nuklir mereka semata-mata untuk tujuan sipil serta energi bukan untuk pengembangan senjata pemusnah massal.
“Iran dalam keadaan apapun tidak akan mengembangkan senjata nuklir” tulis Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam unggahan di platform X beberapa jam sebelum pidato Trump.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

