Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Saksi Kunci Tegaskan Integritas Nadiem di Sidang Korupsi Chromebook, Klaim Tak Pernah Langgar Hukum

Pengunjung Sidang Tepuk Tangan saat Eks Dirjen Kemdikbudristek Sebut Integritas Nadiem Sangat Kuat

Repelita Jakarta - Eks Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Hamid Muhammad menyatakan bahwa integritas mantan Menteri Nadiem Makarim sangat tinggi selama menjabat.

Pernyataan tersebut disampaikan Hamid saat memberikan keterangan sebagai saksi dalam persidangan dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat pada Senin 19 Januari 2026.

Apakah Pak Hamid ingat setelah kita baru mau berpisahan apakah Pak Hamid ingat menyebut kepada saya Pak Hamid bilang ke saya saya belum pernah bekerja untuk menteri dimana saya melihat begitu banyak perubahan positif untuk Indonesia. Pak Hamid ingat enggak menyebut itu ke saya.

Ya saya ingat.

Pertama karena di masa pandemi yang begitu sulit kita masih bisa mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang sangat signifikan. Bahkan ada 26 kebijakan yang itu bisa dilaksanakan dengan baik intinya.

Hamid menjelaskan bahwa di era kepemimpinan Nadiem berbagai kebijakan penting berhasil diterapkan meski kondisi pandemi sangat menantang termasuk transformasi pelatihan guru yang beralih dari tatap muka menjadi daring sehingga menghemat biaya besar.

Nadiem kemudian menanyakan apakah dirinya pernah meminta Hamid melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hukum selama menjabat.

Apakah saya pernah meminta Pak Hamid melakukan apapun yang melawan hukum.

Tidak.

Hamid juga menegaskan bahwa ia tidak pernah merasa curiga terhadap integritas Nadiem selama menjadi menteri dan bahkan menilai integritasnya sangat kuat.

Apakah Pak Hamid pernah mencurigai saya punya masalah integritas selama menjadi menteri.

Tidak.

Apakah Pak Hamid merasa integritas saya sangat kuat.

Iya.

Jawaban tersebut memicu tepuk tangan meriah dari puluhan hadirin di ruang sidang yang terdiri dari keluarga kerabat Nadiem serta para pengemudi ojek online dari perusahaan yang pernah dipimpinnya.

Sidang ini merupakan bagian dari proses hukum atas dakwaan jaksa yang menyebut Nadiem menyebabkan kerugian negara mencapai lebih dari dua triliun rupiah terkait pengadaan Chromebook dalam program digitalisasi pendidikan periode 2019 hingga 2022. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved