Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Diserang Kiri-Kanan, Thomas Djiwandono Disorot soal Independensi BI usai Mundur dari Gerindra

 Thomas Djiwandono Diserang Kiri-Kanan, Waketum Gerindra Angkat Bicara

Repelita Jakarta - Wakil Menteri Keuangan Thomas Aquinas Djiwandono yang diajukan sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia menghadapi berbagai kritik.

Kritik tersebut terutama menyoroti latar belakangnya sebagai seorang kader dari Partai Gerindra yang berkuasa.

Banyak pengamat menyatakan kekhawatiran bahwa afiliasi politiknya dapat mengganggu prinsip independensi institusi bank sentral.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Prasetyo Hadi memberikan penjelasan yang mengejutkan.

Ia mengungkapkan bahwa Tommy, panggilan akrab Thomas Djiwandono, telah mengundurkan diri dari keanggotaan partai.

Pernyataan ini disampaikannya sebagai jawaban atas pertanyaan mengenai syarat mutlak untuk posisi di Bank Indonesia.

Syarat tersebut melarang seorang Deputi Gubernur BI memiliki ikatan keanggotaan dengan organisasi partai politik mana pun.

Prasetyo Hadi dengan tegas menyatakan bahwa calon yang diajukan telah memenuhi seluruh persyaratan yang berlaku.

Ia menegaskan kembali bahwa proses pengunduran diri dari partai telah dilakukan sebelum pencalonan diajukan.

Penjelasan resmi ini disampaikan di sekitar kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta Pusat pada hari Selasa tanggal dua puluh Januari.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah mengajukan tiga nama untuk mengisi posisi Deputi Gubernur BI.

Posisi tersebut lowong setelah Juda Agung menyelesaikan masa tugasnya di institusi otoritas moneter tersebut.

Salah satu nama yang diusulkan adalah keponakan dari Presiden sendiri, yaitu Thomas Djiwandono yang saat ini masih menjabat sebagai wakil menteri.

Dua nama lainnya yang turut diusulkan dalam surat resmi kepresidenan adalah Dicky Kartikoyono dan juga Solihin M Juhro.

Proses seleksi dan fit and proper test untuk ketiga calon tersebut akan segera dilaksanakan oleh pihak legislatif.

Masyarakat dan khususnya kalangan ekonomi tengah mengamati dengan cermat proses pengisian posisi strategis ini.

Independensi Bank Indonesia sebagai lembaga yang mengatur kebijakan moneter merupakan hal yang tidak bisa ditawar.

Setiap calon yang akan menduduki posisi penting di bank sentral harus terbebas dari segala bentuk kepentingan politik praktis.

Pengunduran diri dari partai politik merupakan langkah awal yang penting untuk membangun kepercayaan publik.

Diharapkan proses seleksi yang transparan dapat menghasilkan pemimpin yang kompeten dan benar-benar independen.

Pengaruh kebijakan Bank Indonesia sangat luas terhadap stabilitas perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Oleh karena itu, pengisian posisi pimpinan di lembaga ini selalu menjadi perhatian serius dari berbagai pihak.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved