Repelita Jakarta - Badan Gizi Nasional membenarkan temuan Indonesian Corruption Watch yang menyatakan hampir sepertiga yayasan mitra program Makan Bergizi Gratis memiliki afiliasi politik.
Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang mengakui bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau dapur MBG memang dikelola oleh berbagai partai politik serta aparat TNI dan Polri.
Nanik menegaskan tidak ada larangan bagi siapa pun termasuk partai politik atau institusi negara untuk membantu pelaksanaan program MBG di wilayah masing-masing selama memenuhi standar dapur yang benar.
Ia menyampaikan pernyataan tersebut dalam program Semangat Awal Tahun by IDN Times di IDN HQ Jakarta Selatan pada Rabu tanggal empat belas Januari dua ribu dua puluh enam.
Menurut Nanik jika pemilik dapur adalah tokoh tertentu maka justru kualitas makanan harus lebih dijaga agar tidak menimbulkan masalah seperti keracunan bagi penerima manfaat.
Nanik juga mengonfirmasi bahwa Yasika Aulia putri Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan mengelola empat puluh satu dapur MBG berdasarkan informasi langsung dari ayahnya Yasir Machmud.
Pengakuan Nanik tersebut semakin memicu perdebatan publik karena anggaran MBG melonjak menjadi tiga ratus tiga puluh lima triliun rupiah dalam APBN dua ribu dua puluh enam dengan sebagian besar diambil dari pos pendidikan.
Di media sosial pernyataan BGN ramai dibahas termasuk pada postingan akun Instagram @kbr.id yang mendapat berbagai komentar kritis dari warganet.
Salah satu netizen menulis Udah ga masuk akal ini progam.
Netizen lain menyatakan Kelola aje semua dah isi semua lini dah buat perut kalian kenyang.
Komentar berikutnya berbunyi It's true Seperti nya akan sulit memutus program ini walaupun faktanya byk yg kontra makin byk ketimpangan ketika yg berkuasa memegang kendali pasar yg masyarakat kecil gimana.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

