
Repelita Jakarta - Sosok DJ Donny belakangan ini sering menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat Indonesia.
Awalnya dikenal luas sebagai disc jockey sekaligus pembuat konten hiburan, citranya kini mengalami perubahan signifikan.
Kini, ia lebih sering tampil sebagai tokoh daring yang getol menyampaikan kritik pedas terhadap berbagai kebijakan negara, khususnya terkait kinerja lembaga pemerintahan serta perusahaan milik negara.
Perubahan arah ini membuat riwayat digitalnya semakin mendapat perhatian tajam, sementara unggahan-unggahannya kerap menyebar luas di jagat maya.
Beberapa pemberitaan menyebutkan bahwa nama lengkapnya adalah Ramond Dony Adam.
Ia cukup aktif di platform Instagram, dengan jumlah pengikut mencapai ratusan ribu yang menyukai cara penyampaiannya yang tegas dan langsung.
Pada periode awal popularitasnya, ia lebih fokus pada konten hiburan serta gaya hidup.
Namun, dalam kurun dua tahun belakangan, isi unggahannya berubah secara mencolok.
Dari tema musik dan hiburan ringan, kini ia lebih banyak membahas persoalan ekonomi serta kebijakan publik yang sedang ramai diperbincangkan.
Puncak perhatian terhadap namanya muncul saat ia mengunggah kritik keras mengenai kondisi keuangan PT PLN (Persero) pada 28 Desember 2025.
Dalam postingan tersebut, ia menyoroti besaran utang perusahaan yang mencapai lebih dari Rp700 triliun, tepatnya Rp711 triliun.
Ia mempersoalkan bagaimana perusahaan monopoli penyedia listrik nasional bisa menghadapi beban keuangan sebesar itu.
Unggahan tersebut tidak hanya viral di kalangan pengikutnya, melainkan juga diulas berbagai portal berita daring serta memicu diskusi panas di masyarakat.
Sejak saat itu, masyarakat mulai melihatnya bukan sekadar sebagai penghibur, tapi juga sebagai pengamat publik yang berani menyentuh topik sensitif.
Banyak kritik yang disampaikannya menggunakan bahasa blak-blakan dan tajam, sehingga sering memicu respons emosional dari netizen.
Gaya komunikasi seperti ini membuat pendapatnya mendapat penilaian beragam, ada yang menganggapnya sebagai suara jujur, tapi ada pula yang menilainya berlebihan.
Rekam jejak daringnya menunjukkan bahwa ia bergerak mandiri, tanpa ikatan jelas dengan partai politik atau kelompok tertentu.
Kemandirian ini membuat sebagian audiens merasa bahwa opininya netral dan tidak dipengaruhi kepentingan eksternal.
Di sisi lain, hal tersebut juga memunculkan pertanyaan dari sebagian kalangan mengenai validitas data yang menjadi dasar kritiknya.
Dengan semakin intensnya pengawasan publik, unggahan terkait isu ekonomi dan kebijakan dari DJ Donny kian mudah menjadi viral.
Faktor utamanya adalah keberaniannya menyuarakan pendapat di tengah banyak tokoh publik yang cenderung menghindari risiko.
Setiap kali ada kritik baru darinya, bagian komentar langsung ramai dengan berbagai tanggapan, mulai dari dukungan total hingga sanggahan keras.
Sejumlah pengamat dunia digital menyatakan bahwa kehadiran DJ Donny mencerminkan pola opini publik di era media sosial saat ini.
Munculnya figur dari luar ranah politik yang lantang berbicara menjadi pemicu diskusi di berbagai platform.
Dengan basis pengikut yang luas, kritik-kritiknya kerap masuk ke berita utama media konvensional serta memengaruhi obrolan masyarakat luas.
Meskipun demikian, perjalanan digitalnya tidak terbebas dari polemik.
Ketika semakin sering membahas isu nasional, pernyataannya mendapat pengamatan lebih ketat dari publik.
Setiap kritik memiliki potensi menyebar tak terkendali, yang berdampak pada dirinya sendiri maupun objek yang dikritik.
Justru aspek inilah yang membuat namanya sulit dipisahkan dari lanskap percakapan daring di tanah air.
Kini, DJ Donny berada di posisi istimewa sebagai sosok yang bukan pejabat, bukan pegiat resmi, juga bukan pakar ekonomi formal, namun suaranya didengar oleh ratusan ribu orang.
Dengan rekam jejak yang terus bertambah, keberadaannya berpeluang menjadi elemen kunci dalam perkembangan opini publik pada masa digital ini.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

