
Repelita Jakarta - Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana banjir bandang yang menimpa Aceh dan Sumatera dengan korban jiwa melebihi seribu orang.
“Aceh – Sumatera sedang mengalami malapetaka yang merebut nyawa lebih 1.000 orang,” tulisnya dalam unggahan di platform X pada Kamis, 25 Desember 2025.
Sebaliknya, ia menyebut Malaysia yang bersebelahan dengan Sumatera terhindar dari dampak serupa.
“Malaysia – Tanah Melayu selamat. Tidak ada seorang pun yang mati,” katanya.
Mahathir Mohamad menilai bahwa posisi geografis Aceh dan Sumatera telah berfungsi sebagai pelindung alami bagi Semenanjung Malaysia dari ancaman topan serta bencana alam lainnya.
“Sedarkah bahawa Aceh – Sumatera melindungi semenanjung kita dari ribut taufan, dan malapetaka,” ungkapnya.
Oleh karena itu, ia mendorong masyarakat Malaysia untuk menunjukkan rasa terima kasih dengan memberikan bantuan pemulihan kepada wilayah terdampak.
“Tidak patutkah kita tunjuk penghargaan kita dengan membantu pemulihan Aceh/Sumatera,” tambahnya.
Ia secara khusus mengajak untuk mendukung Komite Peralihan Atjeh dalam upaya tersebut.
“Komite Peralihan Atjeh perlu dibantu dalam usaha ini,” tegasnya.
Mahathir Mohamad juga menyertakan informasi kontak Komite Peralihan Atjeh (KPA) Pusat yang berlokasi di Jln. Dr. Mr. Muhammad Hasan Gp. Blang Cut, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh.
Selain alamat, ia mencantumkan nama juru bicara Enciik Zakaria N Yacob beserta nomor telepon +6281219490409.
Editor: 91224 R-ID Elok

