Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Perusahaan AI Cina unggah lokasi militer AS ke medsos, jadi sasaran Iran

 

Repelita Shanghai - Perusahaan Cina MizarVision yang berbasis di Shanghai dan mengkhususkan diri pada intelijen geospasial aktif memantau serta mempublikasikan pergerakan pesawat dan kapal militer Amerika Serikat yang terlibat dalam konflik melawan Iran.

Foto-foto satelit yang diunggah perusahaan tersebut ke media sosial pekan lalu menampilkan posisi kapal angkatan laut serta lokasi pesawat tempur dan pesawat pendukung AS di berbagai pangkalan.

Beberapa aset dan fasilitas yang didokumentasikan MizarVision kemudian menjadi target serangan rudal serta drone Iran sehingga menyebabkan setidaknya empat tentara Amerika Serikat tewas dalam aksi balasan tersebut.

Tiga pesawat tempur Boeing F-15E Angkatan Udara AS jatuh akibat tembakan salah sasaran dari sistem pertahanan udara darat di Kuwait sementara Qatar mengklaim berhasil menembak jatuh dua jet Sukhoi Su-24 milik Iran.

Di antara aset yang dikatalogkan dan dibagikan MizarVision melalui akun X-nya terdapat pesawat tempur siluman Lockheed Martin F-22 yang diparkir di pangkalan udara Ovda Israel serta tujuh pesawat AWACS Boeing E-3 dan dua pesawat komunikasi Bombardier E-11 di pangkalan udara Pangeran Sultan Arab Saudi.

Citra satelit menunjukkan pengiriman pasokan militer AS secara terus-menerus ke pangkalan Ovda menggunakan pesawat Boeing C-17 dengan tujuh F-22 terparkir di landasan dan empat lainnya terlihat di area pacu pada 27 Februari.

Serangan AS yang dinamakan operasi Epic Fury diluncurkan sekitar 24 jam setelah pengamatan serta unggahan gambar tersebut ke platform X.

Pangkalan udara al-Udeid di Qatar juga diamati dan menjadi sasaran serangan drone serta rudal Iran sementara dua kapal induk AS termasuk USS Gerald R Ford dilacak saat mendekati kawasan Timur Tengah.

MizarVision melaporkan terus memantau USS Gerald R Ford setelah kapal itu meninggalkan pangkalan Souda Bay Kreta akhir pekan lalu dengan gambar pada 26 Februari menunjukkan pesawat F/A-18E/F Super Hornet serta E-2D di dek penerbangan.

Pada hari yang sama perusahaan mengunggah foto USS Abraham Lincoln yang sedang bertemu kapal pemasok di Laut Arab lepas pantai Oman.

Analisis tambahan pada 28 Februari menggabungkan citra satelit dengan perangkat lunak pelacakan penerbangan untuk mengikuti jet patroli maritim Boeing P-8A dari pangkalan Isa Bahrain menuju area operasi Lincoln yang diduga memberikan perlindungan kapal induk tersebut.

Pantauan juga mencakup pangkalan Diego Garcia di Samudra Hindia dengan foto pada 26 Februari memperlihatkan pesawat F-16 KC-135 C-17 serta C-5 Galaxy milik AS.


Meskipun belum jelas apakah Iran langsung memanfaatkan data tersebut untuk serangan banyak pengamat menilai sulit menyembunyikan aset militer dari pengintaian satelit komersial yang semakin canggih.

MizarVision tidak mengoperasikan satelit sendiri melainkan menggunakan AI untuk menganalisis citra komersial yang tersedia dengan cepat meski sumber gambar pastinya masih diperdebatkan.

Kelompok SCSPI berbasis Cina menyatakan melalui akun X-nya pada 26 Februari bahwa sebagian besar citra berasal dari perusahaan Amerika dan Eropa berdasarkan data efemeris satelit.

Perusahaan seperti Vantor menyatakan tidak menjual citra kepada entitas Cina sementara Planet Labs dan Airbus belum memberikan komentar resmi.

Meski berstatus swasta MizarVision tunduk pada kebijakan Partai Komunis Tiongkok sehingga diduga merilis intelijen atas arahan otoritas Beijing.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved