Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Iran Minta Maaf ke Negara Tetangga: Tak Lagi Sasar Kecuali Diserang, De-eskalasi di Tengah Perang AS-Israel

 

Repelita Teheran - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa negara-negara tetangga tidak akan lagi menjadi sasaran serangan balasan kecuali jika ancaman atau serangan benar-benar berasal dari wilayah mereka.

Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian pada Sabtu 7 Maret 2026 dalam rekaman pernyataan lima menit yang disiarkan oleh media resmi Iran.

Dewan kepemimpinan sementara Iran telah menyetujui kebijakan tersebut pada Jumat 6 Maret 2026 sebagai langkah de-eskalasi meskipun berskala kecil di tengah konflik yang memasuki hari kedelapan.

Serangan militer dari Amerika Serikat dan Israel yang dimulai sepekan lalu telah memicu respons balasan berkelanjutan dari Teheran yang kini memasuki minggu kedua dan meluas ke berbagai wilayah Teluk serta sekitarnya.

Pezeshkian secara terbuka meminta maaf kepada negara-negara tetangga atas dampak yang ditimbulkan oleh serangan balasan Iran dalam beberapa hari terakhir.

Negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk seperti Arab Saudi Qatar Uni Emirat Arab Kuwait Bahrain serta Oman menjadi sasaran akibat keberadaan aset militer Amerika Serikat di wilayah mereka.

Irak Yordania Azerbaijan dan Turki juga terdampak oleh operasi balasan tersebut yang menyebabkan korban jiwa kerusakan infrastruktur serta gangguan signifikan pada lalu lintas udara.

Di kawasan Teluk telah terjadi kematian kerusakan properti serta penutupan wilayah udara yang berdampak besar terhadap produksi minyak dan gas sehingga mengguncang pasar energi global.

Qatar melaporkan berhasil menggagalkan serangan rudal beberapa menit setelah pernyataan Pezeshkian dirilis oleh media Iran.

Menteri Energi Qatar Saad al-Kaabi memperingatkan bahwa ekspor energi dari kawasan Teluk berpotensi terhenti total dalam beberapa minggu jika konflik terus meningkat.

Al-Kaabi menyatakan kepada The Financial Times bahwa kelanjutan perang akan memicu kekacauan di pasar energi global dengan kenaikan harga energi secara drastis serta kekurangan pasokan produk tertentu.

Ia menambahkan bahwa reaksi berantai tersebut dapat menghambat operasi pabrik dan memengaruhi pertumbuhan produk domestik bruto di seluruh dunia.

Komando Pusat militer Amerika Serikat mengklaim telah menghantam lebih dari tiga ribu target di Iran serta menghancurkan empat puluh tiga kapal perang sejak 28 Februari 2026.

Akibat serangan tersebut jumlah korban tewas di Iran telah mencapai setidaknya seribu tiga ratus tiga puluh dua jiwa.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuntut penyerahan tanpa syarat dari Iran dan menegaskan tidak akan ada kesepakatan apa pun tanpa pemenuhan syarat tersebut.

Iran menegaskan sikap tidak akan menyerah meskipun militer mereka mengonfirmasi bahwa Selat Hormuz tetap dibuka untuk lalu lintas umum.

Namun Iran secara tegas menyatakan akan menargetkan kapal milik Amerika Serikat atau Israel yang mencoba melintas di Selat Hormuz.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran memperingatkan negara-negara Eropa bahwa mereka berisiko menjadi target sah pembalasan jika bergabung dengan Amerika Serikat dan Israel dalam konflik ini.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved