
Repelita Jakarta - Video warga Desa Loceret Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk Jawa Timur yang menolak pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih menjadi viral di media sosial setelah diunggah akun Instagram @desa_loceret pada 10 Februari 2026.
Dalam rekaman tersebut sekelompok petani dan warga membacakan surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di tengah area persawahan.
Mereka menyapa Presiden dengan hormat sambil menyatakan “Yang terhormat Bapak Presiden Republik Indonesia Bapak H Prabowo Subianto Bapak Presiden Republik Indonesia yang kami cintai dan yang kami banggakan.”
Warga menegaskan bahwa penolakan bukan terhadap program pemerintah secara keseluruhan melainkan khusus pada lokasi pembangunan gerai yang berada di lahan sawah produktif.
Menurut mereka lahan tersebut tidak strategis karena terletak di tengah sawah dengan akses jalan buntu yang menjadi satu-satunya jalur pertanian serta lebar jalan hanya 2,3 meter dengan jarak 200 meter dari jalan raya.
Warga meminta agar lokasi gerai dipindahkan ke tempat yang lebih sesuai agar tidak mengganggu aktivitas pertanian dan produktivitas lahan sawah.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Nganjuk Judi Ernanto menyatakan bahwa pihaknya telah mengetahui keberadaan video penolakan tersebut meskipun belum melakukan pengecekan langsung di lapangan.
Ia menjelaskan bahwa penentuan lokasi telah melalui Musyawarah Desa Khusus dan status lahan kemungkinan besar merupakan tanah kas desa atau bengkok yang secara aturan tidak bermasalah untuk dimanfaatkan.
Judi menyatakan “Kalau kemungkinan besar itu kan bengkok toh tanah kas desa. Nah kalau tanah kas desa sebenarnya secara ini aturan kan ya enggak masalah.”
Ia mendorong penyelesaian masalah melalui jalur mediasi agar situasi di desa tetap kondusif dan tidak menimbulkan konflik berkepanjangan.
Menurut Judi seluruh tahapan pembangunan gerai KDMP pada dasarnya bertujuan mendukung program nasional tanpa berniat merugikan pihak mana pun termasuk warga setempat.
Ia menegaskan “Skema penyelesaian kita harapannya kemarin itu ya mediasi.”(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
[VIDEO]

